Title : The Spine Breaker
Cast : Kang Seulgi Red Velvet
Min Suga BTS
Jung Jungkook BTS
V BTS
Kai EXO
Oh Sehun EXO
Length : Chapter
******************************************************************************
Kang Seulgi
Aku tidak bisa tidur. Hanya gonta-ganti posisi sejak aku membaringkan tubuh ku di tempat tidur. Pikiran ku melayang-layang, memotret gambar yang tidak-tidak hasil imajinasi sendiri. Skenario yang terburuk menjadi headlight di kepalaku yang sangat kreatif membayangkan bagaimana keadaan Min Suga.
Bagaimana keadaanya?.
Apa mereka membiarkan makan makanan kesukaannya?.
Hanya tidak menyangka ada yang menculik Min Suga. Maksud ku - Ah, apakah mereka menginginkan uang?.
Kalau itu yang mereka mau akan aku bayarkan berapa pun. Asalkan mereka mengembalikan Suga kepada ku.
Aku marah dengan diri ku sendiri. Saat aku meninggalkannya di Seoul sendiri, aku pikir dia akan baik-baik saja. Lalu jika aku mengingat kejadian-kejadian sebelumnya, termasuk semua teror dan bahkan pembunuhan, seharusnya aku lebih waspada. Kenapa aku bisa sebodoh ini?!.
Sekarang aku harus mencarinya kemana?.
Melihat jam di atas meja, pukul 4 pagi. Dan aku masih mendengar percakapan di luar sana. Mereka pasti mengkhawatirkan orang yang sama, Min Suga. Kita adalah keluarga. Bohong jika aku tidak menangis pulang mendapati rumah kosong dan tidak menemukan Yoongi dimanapun.
Aku ingin membohongi diri ku bahwa saat itu Yoongi sedang di kantor. Tapi kenyataan menampar ku dengan keras saat bercak darah yang aku temukan di lantai telah mengering. Ada yang membawa Yoongi dari hidup ku dengan paksa.
Aku memutuskan untuk ke luar kamar. Mungkin mendiskusikan langkah selanjutnya adalah ide terbaik. Melangkahkah kaki ku perlahan. Setiap tulang di tubuh ku berteriak minta istirahat, tapi lelah tak cukup mengalahkan rasa khawatir.
Berhenti sejenak di depan pintu kamar Jungkook yang tertutup. Yang sejak tiba di Seoul aku belum melihatnya ke luar kamar.
Aku tidak mungkin mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Karena semua itu omong kosong. Sehingga aku mengurungkan niat ku. Ini membawa perasaan yang sama saat asisten rumah yang telah dibunuh beberapa waktu yang lalu. Tapi kehilangan seorang kakak mungkin tidak semudah itu bisa diterimanya.
Kaki ku seperti memiliki otak sendiri. Karena aku sudah berdiri di samping tempat tidur Min Suga. Ah, masih ada bajunya yang berserakan di lantai.
"Dasar anak satu itu!!. Kau membuatku melakukan hal seperti ini". Aku mengambilnya dan melemparkannya ke tempat baju kotor. "Berkali-kali aku dia ingatkan agar ditaruh ditempatnya..Duh!!!".
Itu membuat ku menyadari sesuatu, Min Suga tidak ada disini untuk aku ingatkan lagi.
"Bahkan dia pergi tanpa merapikan tempat tidurnya" dengan ceroboh aku rapikan tempat tidurnya.
"Katanya kau akan menunggu ku pulang!! Ya!!! Min Sugaaaa!!" air mata ku tak berhenti mengalir. Sesak yang terkurung di dalam dadaku meluap menjadi marah yang tidak terkendali. Aku marah karena aku tak bisa melindunginya. Untuk apa semua kemampuan ku jika satu orang saja lepas dari genggaman ku. Di luar sana dan terancam nyawanya?.
Mengusap mata ku yang basah, tapi detik berikutnya air mata sudah mengalir. Lelah, aku berbaring di tempat biasa Min Suga melepaskan penatnya. Meringkuk, sepi rasanya.
"Hai, Min Suga aku merindukan mu. Semoga mimpi buruk tidak menghampiri mu" kata ku lirih.
*******************************************************************************
Tidak seberapa memang aku bisa beristirahat. Tapi itu membuat otak ku pulih. Di ruang keluarga semuanya sudah berkumpul. Hanya ada wajah lelah dari masing-masing.
V yang pertama melihat ku, tersenyum. Dan satu persatu berdiri dari tempat duduk mereka dan memberi ku pelukan. Di ujung mata ku sudah tergenang air mata.
Teman atau yang aku sebut keluarga sekarang, tahu jika aku membutuhkan dukungan.
Berkumpul di meja makan, Jimin, Jungkook, V, JHope, Jin dan Namjoon untuk mengetahui siapa dibalik semua ini. Kita tidak memiliki petunjuk.
"Ayah mu setuju untuk membawa sedikitnya 100 orang untuk melakukan operasi ini" kata Namjoon membuka pertemuan kecil kita.
"Ini adalah handphone milik Suga, kita bisa mulai mencarinya dari benda ini" JHope meletakkannya di tengah meja makan. Kita menatap satu sama lain. Karena tentu saja Handphone itu ada sandinya.
Seperti menyadari jika kita semua yang berkumpul disini adalah gagap teknologi, JHope kemudian menjelaskan, "Aku sudah menghubungi Hyunseung untuk mengatasi ini".
Lega rasanya. Setidaknya ada yang bisa dilakukan. "Tapi, dia akan tiba di Korea besok pagi".
Lagi, semakin lama tertunda semakin hati ku tidak tenang.
"Dan 100 anak buah boss akan tiba siang ini dengan persenjataan lengkap". Namjoon tahu bagaimana saat aku terdiam bahwa itu berarti aku sedang khawatir, dan kata-katanya memberi harapan yang lebih.
Kita menghabiskan pagi dengan sarapan. Sembari menunggu yang akan datang siang ini.
100 orang?! pasti ramai sekali rumah ini. Bahagia karena appa membantu ku. Walaupun tidak diabwah perintahnya langsung, aku yakin mereka akan melakukan dengan baik dan rapi operasi ini. Apalagi ada Namjoon, JHope dan Jin.
Aku tidak mengharapkan appa dalam hal ini, karena pasti sedang sibuk dengan bisnisnya.
'Min Yoongi, tunggu aku'
To Be Continue
Tidak yakin dengan chapter ini. Karena aku tidak menangis saat menulisnya -_-
padahal ingin menulis yang tragis agar banjir air mata, tapi malah datar-datar saja...hahaha






