Thursday, May 21, 2015

FanFics : The Spine Breaker ( Chapter I )

picFrame (8)
Title                 : The  Spine breaker

Chapter           :  Chapter II Chapter III  Chapter IV Chapter V Chapter VI   
                           Chapter VII Chapter VIII Chapter IX Chapter X Chapter XI Chapter XII
                           Chapter XIII
Cast                 : Kang Seulgi Red Velvet
                          Min Yoongi / Suga BTS
                          Jung Jungkook BTS
                          V BTS
                          Kai EXO
                         Oh Sehun EXO
Length             :  Chapter
Note                :  Under Major Constructions. 
                           
                          
*********************************************************************************************************************************
Seulgi POV
Tidak ada yang berani mendekati ku. Lalu ini salah siapa?  tentu saja appa. karena setiap kali ada laki-laki yang mencoba mendekat, appa akan menodongkan senjatanya ke pelipis mereka. Jika mereka berhasil melewati gerbang utama, appa akan dengan sengaja menembakkan pistolnya yang memang disengaja tidak mengenai si tertodong, hanya bermaksud menakut-nakuti saja. Namun, ada yang belum sampai gerbang, sudah lari duluan karena takut dengan banyaknya bodyguard yang berjaga di depan pintu besi.
Jangan heran jika usiaku sekarang, 20 tahun tidak ada yang mengajakku berkencan. Sering aku memimpikan akan ada seseorang yang mengungkapkan rasa sukanya pada ku. Huft...tapi aku telah disibukkan dengan hari-hari ku yang berdiri di bawah terik matahari yang menghabisakan waktu ku. 
Lalu apa yang aku kerjakan di musim panas yang menyengat ini?
Aku berlatih bela diri dengan seorang master. Yang aku benci segalanya tentang dirinya. Karena dia akan memarahi ku jika aku melakukan sedikit saja kesalahan. Ya, maksudku dengan 'sedikit' yang berarti kaki ku hanya salah posisi saja. Tapi dia memarahi ku seperti aku sengaja melakukannya.

Dan dia sekarang berdiri di depanku dengan pedang kayu, siap untuk menyerang. Akan aku katakan kalau dia sangat cute. Wajah Ovalnya, matanya cokelat almond dan rambutnya sedikit berantakan tertiup angin. Seperti di film-film dimana aku terpeleset jatuh dan mempermalukan diri sendiri hanya karena wajahnya yang seperti malaikat. Tapi kali ini aku tidak jatuh. Aku tersenyum kecil. Dia pasti tahu, karena mata menatap tajam. Shhh...satu orang ini tak bisa diajak bercanda. 
"Kang Seulgi, Fokus!!!" teriaknya. Tapi karena dia sangat atraktif dan sekaligus menyebalkan, makanya aku sulit untuk fokus. Bahkan teriakannya di telingaku terdengar seperti suara nyayian dari penyanyi favorit ku, Lee Jong Hyun CNBLUE. 

Ohhh....Jonghyun oppa....

Dia sangat disiplin. Sedikit menyebalkan memang, tapi aku maafkan karena dia tampan. Untuk seseorang yang menghabiskan waktunya -aku dipaksa dan terpaksa- untuk berlatih, hal seperti ini adalah biasa. Lagi pula aku tidak ingin seseorang kehilangan pekerjaannya.
"Ne!!!" aku menyahut dengan keras setelah menghela napas yang sangat panjang, aku bersiap dengan pedang kayu di tangan ku. Lalu aku ayunkan dengan mengarah leher master di depanku berkali-kali. Dan dengan mudah ia menghindar. Sebenarnya aku tidak mau jika ia terus menghindar, seolah meremehkan kemampuanku.. Aku ingin luka yang sebenarnya, maksudnya ia bisa memukulku hingga lebam, biru dan merah. Terdengar menyeramkan memang. Tapi mungkin saja master takut jika kepalanya bakal dicabut ayahku.
"Oppa, kalau kau terus menghindar, aku akan berhenti sekarang juga. Maju seperti seorang laki-laki!!!"
Ha!!!. Aku mengancamnya. Jika dia merasa kasihan karena aku perempuan, kau harap dia tidak berpikir begitu. Aku tidak ingin diremehkan. 
"Huh?!" dia tampak bingung. Nah, ini adalah permainan kotor, tipu menipu. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku menyerangnya kembali dimana dia tak akan bangun dalam tiga hari.
“Argghhh!!!!!!!!" 
Yes!!. Kai oppa jatuh tersungkur dengan memegangi – kau tahu apa sambil mengerang kesakitan. Semoga dia masih bisa memproduksi kecebong, walaupun aku memukulnya dengan keras. Selama tiga hari aku akan berlatih menembak dengan JHope oppa. Yeah....Itu adalah favorit ku. Tak tega, aku membantunya berdiri dibantu dengan dua orang bodyguard dan langsung membawanya ke dalam. Aku yakin Namjoon oppa akan memberinya painkiller.
Pssstttt. 
“Bye-bye oppa” . Nah, ini saatnya menemui JHope oppa. Dia pasti sudah memiliki sesuatu yang menyenangkan. 
Di sepanjang koridor, setiap bodyguard membungkuk memberi hormat padaku. Sebenarnya aku tidak nyaman diperlakukan seperti itu. Tapi mereka memaksa. Itu seharusnya bukan hal besar yang harus dipermasalahkan karena aku adalah anak perempuan satu-satunya dari bos mereka yang memiliki bisnis gelap yang tersebar di Cina dan Korea. Sejak eomma meninggal sepuluh tahun yang lalu, appa tidak menikah lagi. Katanya ingin berkonsentrasi dengan bisnisnya dan aku.
Apakah aku malu dengan pekerjaan ayah ku?
Sedikit. Tapi aku tidak ingin terlalu memikirkannya. Bisa jadi ayah ku memiliki tempat judi dimana-mana, tapi untuk jual beli manusia?, aku harap ayah tidak melakukannya. Karena pasti aku akan menentangnya. Karena itu terdengar tidak manusiawi.  
Ngomong-ngomong, dimana aku bisa menemukan orang aneh itu, Jhope oppa? Oh iya, di lapangan tembak. Tempatnya dibagian belakang rumah.

Kalau penasaran seberapa besar rumah ku. Itu sangat luas. Dan letaknya di luar kota, dekat dengan pedesaan. Oh...dan appa juga memiliki lahan yang luas, ditanami dengan buah pir, tak jauh dari rumah. Aku suka dengan udara disini, sangat sejuk. 
oppa!!! “ aku melambaikan tangan dan dibalas dengan aksi konyolnya, lemah gemulai, melengggang dengan senjata api ditangannya bak model victoria secret, menghampiri ku. 
Dia tidak seksi sama sekali, ckck.
JHope oppa akan beraksi memalukan jika tidak sedang dalam bisnis, tapi jangan bermain-main saat ia serius, karena dia tak sungkan mempreteli jari-jari mu untuk makanan Bangbang. Bangbang adalah anjing peliharaan orang rumah. Sangat jinak, setidaknya untuk ku 
“Hai, kau ingin mencoba ini?” Jhope oppa menyodorkan KAC M11O Sniper Rifle. Wow, sniper semi-otomatis ini sangat cantik. Dilihat body nya sangat ramping, dan cocok untuk 'berburu' di malam hari. 
“Penghuni baru?” tanya ku sembari memakai perlengkan untuk menembak. JHope oppa membantu ku. 
“Yup...baru datang kemarin dari Cina” jawabnya singkat. Ugh...pasti ini didapat secara ilegal.
“Aku harus melanjutkan latihanmu menjadi penembak jitu. Ahh!!  Aku seperti suami ketiga, karena kau terus mengabaikan ku, kau terlalu sibuk dengan Kai dan Jin. Seulgi ya....sakitnya itu disini” sembari tangannya memegang dadanya, sok dramatis. Aku hanya menanggapinya dengan tatapan aneh.
“Tenang saja, aku milik mu selama tiga hari, karena aku menendangnya di tempat dimana matahari tak bersinar”.
"Si Flower Boy itu?....Huahahahha" tawanya pecah, menggelegar sambil memegangi perutnya. Aku tidak berani ikut tertawa. Kesal karena tawa Jhope oppa tak juga padam, aku memepersiapkan diri.
“Hey, pakai ini!!” JHope oppa melemparkan perlengkapan kamuflase - tentu saja setelah dia berhenti tertawa-, seperti rumput imitasi yang akan menyatu dengan sempurna.
Hamparan lapangan luas yang sudah dimodifikasi untuk berlatih - appa meminta beberapa orang untuk membangun area ini agar mirip dengan arena perang. Ada bunker, barak dan parit untuk bersembunyi. 
Sore itu aku menghabiskan waktu dengan berguling-guling di rumput membidik puluhan kelinci yang dilepaskan dilapangan terbuka. Kata JHope oppa, kelinci-kelinci itu akan dibuat pesta barbeque dengan bodyguard yang lain. Dan aku dengan senang hati membantunya. 
Haha. Ahjumma pasti akan syok saat mendapati peluru di setiap kelinci. Aku harap ahjumma tidak pingsan.
Seulgi POV End
******************************************************************************************************************************
“Jimin hyung, kau ingin membantu ku?” Jungkook sudah duduk dihadapan kedua hyung nya, selama satu jam penuh  Jungkook  melihat keduanya yang sebentar-sebentar mengernyitkan dahi seolah berpikir. Namun tak ada satu pun ide yang muncul.
“Bagaimana kalau Goo Hara!” satu nama telah muncul. Wanita itu adalah yang dua minggu lalu bersama V ke pulau Jeju.
“Tapi hyung, takutnya Goo Hara noona akan sibuk merayu Yoongi hyung, dan membiarkan aku terlantar” Jungkook tidak suka dengan wanita itu. Ia sudah melihat bagaimana Goo Hara noona bertingkah dengan V hyung. Menempel lengket. 
“Ohhhh.....” jawab V singkat. Mereka tampak berpikir lagi. Jungkook sudah tidak sabar. Jika otak terlalu banyak alcohol dan wanita dengan rok mini, maka begitu jadinya. Tidak produktif. 
“Bagaimana kalau Hyeri? ” sekarang jimin yang mengusulkan nama. Matanya bersinar saat mengucapkan namanya. Jungkook tahu apa dibalik itu, pasti ada sesuatu.
“Arghh...itu sama saja hyung....” jawab Jungkook.
“Sojin!!”.
“Chorong!!”.
“Eunjung!!”.
Mereka bergantian memberi Jungkook sebuah nama, yang membuat kesabarannya diujung lidah.
“Memangnya salah satu dari nama yang hyung sebut bisa memegang dagger, pistol???”  tanya Jungkook.
“Ehemmm....sepertinya tidak, tapi kalau mereka memegang lipstick mereka sangat ahli” Jawab keduanya cengar-cengir.
“Ya Tuhan...memangnya musuh akan mati dengan lipstick?”. Jungkook tidak habis pikir dengan mereka berdua. 
“Tidak!! Kookie...sebenarnya kita berdua sudah putus asa. Tak satupun dari mereka yang bisa berkelahi bahkan mungkin memegang pisau dapur pun mereka gemetaran” kata V sambil mengangkat kedua tangannya.
“Memang Suga Hyung mencari yang seperti apa? Yang besar depan belakang? Rambut lurus? Bergelombang?” tanya Jimin yan langsung mendapat pukulan dari V.
“Hati-hati dengan mulutmu, di depan kita ada anak dibawah umur” kata Jimin sambil menutupi kedua telinga Jungkook, agar tidak terkontaminasi dengan otak kotor.

Jungkook hanya geleng-geleng kepala dengan makhluk antik di depannya. Kelakuan kedua hyung nya adalah sama. Mungkin karena setiap minggu mereka berganti wanita. Kerutan di otak mereka semakin berkurang.
“Aku akan menghubungi JHope hyung, mungkin ia punya apa yang kita cari”. Akhirnya....Jungkook bisa bernapas lega. Ide yang sangat brilian muncul dari V hyung. 
"Thank you, hyung...I love you” Jungkook mengecup dahi hyung nya satu persatu. Kemudia berlari kencang menginggalkan mereka.
“Ya!!!! Kau menempelkan ludah di dahi ku” terdengar suara V dari jauh.
*************************************************************************************************************************

"Bos yakin Seulgi akan setuju dengan keputusan ini?" setidaknya Namjoon punya keberanian untuk bertanya pada bos nya. Ia mengenal Seulgi sejak ia masih ingusan, itu memberinya perasaan bahwa ia harus melindunginya sebagai adik kecilnya. Bahkan saat beberapa anak remaja mengejar-ngejar Seulgi, Namjoonlah yang berdiri paling depan. JHope dibagian belakang. 
"Aku rasa tidak. Aku yakin Seulgi tidak akan menolak. Ini adalah yang terbaik" Mr. Kang mengambil keputusan sendiri. Dia belum meminta pendapat Seulgi, itu tidaklah penting. JHope dan Jin hanya diam. Tidak ada gunanya menentang Mr. Kang. Mereka masih sayang dengan nyawa mereka, meskipun mereka juga menyayangi Seulgi seperti adik perempuan mereka sendiri. 
"Dan mobil akan tiba dari Cina malam ini, aku ingin JHope dan Namjoon bersiap dan bawa orang-orang kalian. Jin, kau disini, jaga Kang Seulgi" setelah menerima instruksi dari Mr. Kang, mereka keluar dari ruangan.
JHope, Namjoon dan Jin masing-masing membawahi beberapa orang. Itu akan mempermudah untuk mengorganisir jika transaksi berlangsung di tempat yang berbeda, atau jika mereka harus ke Cina dalam waktu yang bersamaan. Tidak selalu dengan bos mereka, Mr. Kang.
Mereka terlalu loyal untuk berhianat, lagi pula taruhannya adalah nyawa mereka dan juga keluarga mereka.
JHope dan Namjoon mengumpulkan anak buah mereka di halaman rumah, memberi sedikit informasi. Jika lebih dari porsi mereka, takutnya ada penghianat.
"Oppa!!!" Kang Seulgi berdiri tak jauh dari barisan.
"Oh, Seulgi ya...." jawab JHope dan Namjoon serentak.
"Boleh aku ikut?" mereka berdua terlihat tak yakin. Butuh lebih dari puluhan tahun untuk mempertimbangkan apakah harus mengajak Seulgi atau tidak. Dan mereka tak ingin membawanya dalam resiko.
"Ermmm.....aku yakin ini ide yang buruk" JHope yakin dengan keputusannya. Ia percaya jika Seulgi memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tapi tidak begitu saja meletakkannya di garis kematian.
"Hey...Kalian menyuruhku untuk berlatih mempertahankan diri dan aku mengikutinya. Lalu buat apa seluruh tenaga yang aku habiskan selama sepuluh tahun ini, jika aku tidak ikut dalam bisnis ini. Damn it!!!" rutuk Seulgi. Ia sangat kesal. Apa mereka meremehkan kemampuannya?.  Bukankah mereka berdua adalah mentornya yang tahu sejauh mana kemampuannya?.
"Kang Seulgi!!!!" suara ayahnya terdengar dari belakangnya.
"Appa?!" Seulgi sedikit kaget. 
"Jangan pernah sekalipun kau berpikir untuk ikut. Jika kau melanggarnya, kau akan di kurung selama sebuan. Appa melarang mu karena appa menyayangi mu dan tak ingin kehilangan mu, kau tahu itu kan?". Setelah berkata begitu, mereka langsung berangkat.
Kang Seulgi masih terdiam. Benarkah ayahnya menyanyanginya?. Atau ayahnya berusaha menyembunyikannya dari dunia luar?. Sekarang ia sadar, ia tak pernah benar-benar memiliki teman selama ia bersekolah. Tak ada yang berani mendekatinya. Siapa yang tak takut jika ia selalu di ikuti dua bodyguard kemana pun ia pergi?.
"Hai..." Jin membuyarkan lamunannya. Seulgi hanya memberinya senyum kecil, memberitahu bahwa ia baik-baik saja.
"Ayah mu benar, kita semua menyayangi mu. Kau ingat saat dulu kau di gigit anjing hingga kaki mu berdarah?" Oh, dia masih ingat dengan jelas. Rasa geli dan perih dari gigitan anjing liar masih terasa di pergelangan kakinya.
"JHope dan Namjoon melarikan mu ke ICU dalam sekejap mata, dan ayah mu?. Saat ia menemukan anjing itu, ia menembaknya berkali-kali".
Aneh, cerita itu membuat Seulgi sedikit tersenyum. Sebesar itukah peduli mereka padanya?. Tentu saja, dan tak perlu ia tanyakan.
"Pikirkan sekali lagi, kita tidak bermaksud membuatmu menjadi tahanan rumah. Kita hanya tak ingin sesuatu terjadi dengan mu". Setelah Namjoon memberinya sedikit nasehat, yang tak pernah sekalipun terlintas dipikirannya jika ia akan mendapatkan sesuatu seperti itu dari Namjoon oppa. Karena dia selalu cool, tentang apa saja yang perbuat.
Kang Seulgi menunggu hingga rombongan meninggalkan rumah. Tidak terlalu buruk walaupun ia harus berdiam diri di rumah. Mungkin ia bisa menemukan sesuatu yang menarik untuk ia kerjakan.
Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, ia masuk ke dalam rumah. 

To be continue