Title : The Spine breaker
Chapter : Chapter I Chapter II Chapter III Chapter IV Chapter V Chapter VI
Cast : Kang Seulgi Red Velvet
Min Suga BTS
Jung Jungkook BTS
V BTS
Kai EXO
Oh Sehun EXO
Length : Chapter
Note : Chapter 8. Yess....sebentar lagi ujian akhir. Dan juga mudik...yay...
********************************************************************************
"Terakhir kali kau melihat ku, kau melarikan diri" kaka-katanya benar. Aku tertawa mendengarnya.
"Itu karena aku terkejut. Tidak terlintas dipikiran untuk menikah" Aku memutar-mutar wine sebelum menyesapnya sedikit-sedikit.
"Jadi sekarang aku bukan orang asing lagi?". Pertanyaannya membuat hangat wajah ku.
"Tentu saja tidak. Kau sudah mengajakku makan malam di tempat seromantis ini. Kita teman?!" aku mengulurkan tangan ku.
"Bukan calon isteri? Tawaran itu masih berlaku loh" selorohnya.
"Aku masih ingin menikmati masa muda ku. Kau pasti tahu kan kenapa. Aku telah menghabiskan separuh masa muda ku dengan mengikuti keinginan ayah ku".
"Lagi pula sudah tidak asyik. Karena aku yakin kau sudah mengaduk-aduk latar belakang ku. Dan__mengenal mu lebih dalam__tidak berlaku lagi" bukan rahasia lagi, jika seorang elit akan mempekerjakan detektif untuk mengaduk background si calon suami atau isteri.
"Ahh...aku pura-pura tidak tahu saja, bagaimana?" tawarnya. Aku melihat tatapan matanya, tampak serius, tidak main-main. Tapi bagaimana dengan Suga?. Karena aku memiliki sesuatu yang lain dengannya. Aku menggigit bibirku pelan, nervous.
"Hahahaha....pura-pura itu artinya kau membohongi ku bahkan juga diri mu" kata ku menyangkal.
"Oh..." dia berhenti sejenak, menangkupkan kedua tangannya dibawah dagunya "Bukan karena ada seseorang yang kau sukai?".
Lalu aku tersedak. Dan tersedak wine tidak mengenakkan. Leherku terbakar dan hidung ku sakit. Oh Sehun menepuk punggung ku dan memberi ku air putih.
Malam berlalu dengan kedipan mata. Oh Sehun seperti teman lama yang baru saja bertemu kembali. Kita membicarakan apapun yang terlintas dipikiran.
*****************************************************************************
"Seulgi ya, percayalah Oh Sehun bukan orang baik" JHope mengatakan itu berkali-kali saat dia melihat Oh Sehun pagi ini. Ketidaksukaannya bisa dilihat dari tatapan matanya. Saat itu aku tidak menaruh perhatian kenapa. Yang pasti JHope oppa terus mengawasi Oh Sehun. Itu sangat mengganggu. Apalagi Oh Sehun adalah mantan calon suami. Dan aku tidak ragu jika JHope tahu semuanya.
Dan berbanding terbalik dengan reaksi appa yang seperti anak hilang ketemu induknya. Sampai aku harus memperingatkan bahwa aku hanya berteman saja dengannya. Tapi appa mengatakan 'siapa tahu', yang aku sendiri tak mau tahu. Sebenarnya aku belum mengatakan pada appa jika aku menyukai Min Yoongi. Takutnya dia juga akan ditodong senjata. Dan dibombardir dengan pertanyaan macam-macam karena aku hidup satu atap dengan Min Yoongi. Dan pasti akan melewatkan poin penting bahwa aku disana bekerja sebagai bodyguard Jungkook.
"Kang Seulgi ya..." suara appa terdengar dari balik meja kerjanya. Tidak ada yang ingin aku bicarakan, sungguh. Tapi kehadiran Oh Sehun tadi sepertinya membuat ayah akan memberiku beberapa wejangan.
"Ne,,," aku duduk di sofa. Tidak ada yang berbeda. Walaupun aku meninggalkan rumah ini cukup lama.
"Oh Sehun tadi bicara dengan ku untuk menanyakan apakah kau masih ingin menerima lamarannya".
Huh...itu lagi. Siapa yang bodoh coba? , Oh Sehun tidak paham walaupun aku sudah menjelaskan panjang lebar.
Sepertinya appa menunggu jawaban ku. Tapi aku biarkan saja menggantung seperti itu. Tidak ada gunanya walaupun aku dirayu seperti apa, tidak akan merubah keputusan ku. Jika Oh Sehun orang baik, dia juga akan mendapatkan orang yang terbaik, Tapi bukan aku.
Dari pada mendengarkan appa bicara yang aneh-aneh, menemukan JHope adalah pilihan terbaik. Mengingat dia sangat dekat dengan Suga, mungkin dia tahu siapa musuhnya. Mengingat saat Suga panik dan menerobos rumah JHope.
"Oppa, kenapa belum pergi ke Seoul?" tanya ku heran. Karena sebagai kesepakatan, appa akan mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk menemui Suga dan membantunya. Tapi mereka masih berkeliaran. Seperti mengerti apa maksud ku, JHope oppa memberikan alasan,
"Ah, ayahmu meminta untuk menunggu waktu yang tepat" tatapan JHope oppa hampir sama dengan ku, khawatir.
"Aku hanya khawatir saja" mendengar itu JHope oppa menepuk pundakku pelan, "Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Percayalah dia tidak bodoh. Kalau dia melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, aku harus memukul kepalanya agar dia lebih pandai" katanya dengan senyuman.
"Oppa tahu siapa musuh Min Suga?". Dia menggelengkan kepala. Sama berarti dengan ku, tidak ada ide. Aku pikir Suga akan mengatakan padanya, melihat seberapa dekat mereka.
"Dia tidak mengatakan siapa namanya. Tapi dia yang mengikuti Suga seperti mimpi buruk untuknya. Dia sering ketakutan saat salah satu dari mereka mulai mengiriminya ancaman. Bahkan dia sering meitipkan Jungkook di rumah V atau Jimin" aku hanya medengarkan dengan seksama. Cerita yang tak akan aku dapat dari mulut Suga. Untuk mengaduk informasi yang paling akurat adalah orang-orang terdekatnya, bukan?. Aku membiarkan JHope oppa terus bercerita. Membuat ku tahu jika Suga tak se arogan perkiraan ku. Darinya aku tahu jika Suga sangat menyayangi Jungkook, sangat sangat sangat sayang.
"Ugh....Seulgi ya, sudah malam...kau harus beristirahat".
Selama itu JHope oppa bercerita hingga aku melupakan kenapa appa tidak segera memerintahkan mereka menemui Min Suga. Mungkin besok aku bisa menanyakan langsung pada appa?.
Atau aku memang harus kembali ke Seoul secepatnya, walaupun tanpa persetujuan appa.
To Be Continue
Lanjut lagi kapan-kapan..... Sebentar lagi ujian akhir...yay!!!!!






