Title : My Fox Mate
Cast : Byun Baekhyun EXO
Hani EXID
D.O / Kyungsoo EXO
Yura Girls Day
Length : Chaptered
Note : Taeyeon ssi, sorry...sorry...sorry...hehehe
*******************************************************************************
Ini adalah hari pertama ku di dimensi manusia.
Hai...perkenalkan. Nama ku Hani. 17 tahun, jangan percaya dengan angka yang hanya dua digit.
Dan aku seekor rubah yang lemah mengenaskan. Aku tahu jika mereka mendengarku tentang umpatan ku. Yang mengatakan bahwa mereka bodoh, kumpulan idiot dan berotak udang.
Sisi baiknya, karena mereka tidak bisa menciptakan badai atau petir untuk setiap umpatan ku. Ha!!! tangan mereka pasti gatal ingin membungkam mulutku yang tidak memiliki sopan santun. Percayalah, mereka tidak akan suka dengan setiap kata kotor yang lidah ku produksi. Jadi mereka membuang ku ke dimensi manusia.
Mereka telah mengutuk ku dan mengunci semua kemampuanku. Mereka membuang ku karena menilai kelakuan ku adalah salah. Hey...jangan salahkan aku karena kelakuan ku, salahkan hormon yang mulai menendang liar. Tapi mereka tak ingin mendengar alasan ku. Dan hukumannya adalah untuk menemukan seseorang.
Mereka tidak mengatakan siapa namanya, dimana tinggalnya, wajahnya seperti apa. Para yeonjangja suka jika melihatku gagal dan menderita.
Saat aku bertanya apa warna rambutnya, mereka hanya tertawa mengerikan. Sial.
Lalu bagaimana aku mencarinya?.
Sama sekali tidak ada gambaran seperti apa dirinya. Dia tidak penting. Tapi mengingat perannya, dia sangat berguna.
Pesan terakhir sebelum mereka pergi,
"Hani ya, gerhana bulan mendatang. Dan saat itulah kami akan mengatakan bagaiman caranya kau menemukan orang itu". Setelah itu mereka berdua kembali dan menutup portal, selamanya. Tidak..tidak selamanya...sampai aku menemukan orang itu.
Apa mereka pikir aku adalah seeokor werewolf yang akan pulih kekuatannya saat gerhana tiba?. Lalu kapan gerhana itu datang?. Astronomi bukan keahlianku. Bodohnya, aku tidak pernah menghadiri kelas Ms. Kang. Sial lagi.
Dan mereka sangat tega. Karena telah meninggalkan ku di tepi hutan. Hutan itu dibatasi dengan Jalan raya besar dan di sebrang jalan ada barisan rumah penduduk. Ahh...untunglah mereka meminimalkan resiko, karena malam menyembunyikan ku dari manusia. Walaupun tidak sepenuhnya.
Karena jika kau lihat, bulu ku adalah putih. Seputih salju di musim dingin. Berbeda dengan rubah pada umumnya. Karena biasanya rubah memiliki bulu warna cokelat.
Yang sama hanyalah warna ujung ekor dan ujung kaki yang berwarna hitam. Itu adalah warna bulu asli ku. Dan aku hanyalah satu-satunya yang memiliki warna seperti itu di dimensi manapun.
Aku segera menyusuri hutan yang mulai memasuki musim gugur. Karena tebalnya daun yang berguguran. Mengirup dalam-dalam udara hutan, membuatku tersedak.
Bensin, solar dan bau pembakaran lainnya menusuk saluran pernapasanku. Sebagai ubah putih membuat ku lebih sensitif.
'Apa yang manusia lakukan?' pikirku pelan.
Semakin ke dalam hutan, semakin gelap. Tapi pandangan rubah sangat tajam. Syukurlah, setidaknya aku tidak akan terperosok atau tersandung. Dari balik semak terdengar suara-suara binatang lainnya yang sadar akan kedatangan makhluk asing-aku disekitar mereka.
Dan walaupun sesama hewan, aku tidak bisa berkomunikasi menggunakan mindlink seperti saat aku di dimensi ku. Hewan disini tidak memiliki akal hanya naluri saja. Untuk keselamatan, aku menggerakkan kaki ku untuk berlari dan mencari tempat persembunyian.
Aku memuji kecerdikan ku dalam kesulitan. Sebuah goa nampak di depan mata. Aku mengendus udara, tidak ada makhluk yang menghuninya.
Akhirnya aku bisa bersantai dan yang terpenting adalah selamat. Yeah...waktunya untuk istirahat.
Lalu bagaimana aku akan melewati malam-malam berikutnya?
Aku tidak tahu.
To be Continue
Ha...cerita baru. Dan ini adalah bertema fantasi, salahkan bintang ku, gemini. Menjadikan ku manusia yang paling pandai berimajinasi. kekekke.
Mengaduk otak mencari ide adalah hal mudah, seperti kata Fox yang tiba-tiba aku dapat di suatu malam. Tapi menjadikan satu kata menjadi tulisan adalah hal tersulit. Arhh,,,,aku menggunakan otakku seperti memeras cucian baju hingga tetes air terakhir.
Siapa saja yang ingin membaca cerita ini, selamat menikmati. Mari berbagi imajinasi. Heehehe






