Wednesday, June 10, 2015

FanFics : My Fox Mate ( Chapter 3 )




Title     : My Fox Mate

Cast      : Byun Baekhyun EXO
               Hani EXID
               D.O / Kyungsoo EXO
              Yura Girls Day

Length : Chaptered

Note    : Aku bukan expert dalam tulis menulis smut - smutan. Jadi tidak akan pernah ada smut -                    smutan. hehehehehe.

*******************************************************************************

"Hemm...itu berarti kita tidak perlu menemuinya saat gerhana bulan, bukan?" wanita yang brgaun putih berbisik pada laki-laki disebelahnya. Gaun putihnya melambai tertiup angin. Mereka berdua melayang-layang di udara. Mengamati peristiwa yang baru saja terjadi tak jauh dri tempat mereka.
"Yah...kau benar...dimana saat gerhana bulan terjadi, saat itu kita merayakannya. Kita harus membuat itu terjadi. Jika tidak kita semua akan hancur. Tidak ada yang boleh memutus takdir mereka berdua. Kita harus memasang mata" kata laki-laki itu sembari merapikan rambut wanita di sebelahnya dengan jari-jarinya.

"Aww....tentu saja, sayang.." tanggapnya.
"Semoga umpatannya lebih tajam dari biasanya. Dia sangat bandel dan liar, tapi kita bergantung padanya".

*****************************************************************************

Byun Baekhyun

"Dari puluhan jalan yang bagus, halus dan mulus...kenapa kau pilih jalan yang ini?" Kyungsoo, teman ku sejak lama menggerutu kesal. Memang benar jalan yang aku pilih kali ini sangat payah. Lubang dimana-mana, minim penerangan jalan. Dan disisi kanannya adalah hutan lebat. 

"Insting" jawabku singkat. Terdengar tidak meyakinkan. Memilih jalan sama saja dengan memilih masa depan. 

"Ck..kau tidak meyakinkan...bagaimana jika tiba-tiba kita diserang binatang buas?. Dan kita berdua mati muda. Hey...aku belum memiliki pacar". Ha!, Kyungsoo selamanya adalah lajang. 
"Sudah kau diam saja, lihat jalan jangan sampai terjun bebas". 

Selama perjalanan, tidak ada satu pun mobil yang melintas dari arah berlawanan ataupun dari belakang. Maklum saja, hampir tengah malam. Pantas saja Kyungsoo cerewet seperti wanita tua. Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman, aku menyalakan radio. Mencari-cari Channel, tapi yang terdengar hanya suara kresek-kresek, tidak bisa menangkap sinyal satu pun.

"Mungkin kita tersesat di dunia antah-berantah, Byun Baekhyun..." wajahnya mulai panik. "Kau tahu kan jika disetiap tempat pasti ada dunia supranatural nya?" katanya menambahkan. 

"Kau terlalu banyak menonton film horor. Konsentrasi saja menyetir, atau nanti ku tinggalkan kau di sini, mau?". 
Bahkan setelah 15 menit berlalu, yang aku lihat hanya deretan pohon-pohon besar yang menjulang. Aneh seperti ada yang memanggilku, padahal aku didalam mobil yang berjalan. Aku lihat raut muka Kyungsoo, kali saja dia juga mendengarnya. Tapi dia malah menatap ku, bertanya. 

Mungkin hanya perasaan ku saja. Aku mencoba mengalihkan perasaan yang mulai tidak karuan, memandang ke luar jendela. Tiba-tiba perhatian ku mengarah pada suatu benda di pinggir jalan berwarna putih. Mungkin itu adalah hantu buntal. 

"Kyungsoo ya, pinggirkan mobilnya sebentar". Kyungsoo menginjak rem seketika. 
"Apa kau gila!!! Ya!!! Baekhyun!!! ini kita di tengah hutan".
"Ssstt...aku hanya ingin memastikan sesuatu. Kalau kau takut, kau disini saja" segera aku keluar dari mobil dan kembali ke tempat dimana aku melihat sesuatu yang mencurigakan tadi. 
Tak berapa lama, aku menemukannya. 
Setelah dilihat dari dekat, itu hanyalah seekor rubah yang terluka. Herannya, warna bulunya adalah putih. 
Rubah itu mengerang kesakitan, rasa iba dan ingin melindungi tiba-tiba menghampiri ku. Membuat ku termenung, yang benar saja?!. 
Tapi aku tidak menahan diri saat tangan ku mulai mengusap kepala dan telinganya. Bulunya terasa sangat halus dan lembut di telapak tangan ku. Hewan itu merespon sentuhan ku, kakinya bergerak sedikit. Itu membuat ku tersenyum. 

Tapi senyum itu hilang saat aku melihat luka di bagian perutnya. Luka itu sangat dalam karena terus mengeluarkan darah segar. Ingin sekali aku membawa hewan itu ke rumah dan merawatnya. Tapi eomma pasti akan membunuhku. 

"Arggg....". Teriakku kaget saat rubah itu menggigit pergelangan tangan ku. Aku tidak menarik tangan ku kembali, tapi malah tersihir dengan warna matanya yang kuning keemasan.  
Aku merasa ada yang mengalir dari pergelangan tangan ku. 

Seperti aliran listrik yang ringan, tidak menyakitkan tetapi membuat ku tenang. Sampai rasa lelah menyerang, kepala ku terasa berat dan pusing. Dan rubah itu melepaskan gigitannya.
Aku mendengar suara Kyungsoo yang seperti jauh memanggil ku. Aku tidak mampu untuk berdiri, kaki terasa lemas dan juga tubuh ku. 
Entah seberapa banyak aku kehilangan darah. Tapi aku masih bisa merasa saat Kyungsoo menuntun ku masuk ke dalam mobil.

****************************************************************************

Besok adalah ujian terakhir di Universitas. Belajar sebenarnya tidak perlu, tanpa itu pun nilai ku tidak pernah jelek. Aku bukan kutu buku yang kemana-mana memakai kacamata tebal dengan baju rapi dan buku tebal ditangannya. Dan kalau aku tidak membuka buku ku yang masih mulu-mulus,  eomma akan menggerutu sepanjang hari, akhirnya niat untuk belajar karena terpaksa muncul.

Anak laki-laki tidak membereskan meja belajarnya setelah membuatnya seperti terserang badai. Jadi, aku biarkan saja seperti itu, dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur.

Aku berdiri ditempat yang sama, dimana rubah itu menggigit ku. Namun, kali ini yang terbaring disana bukanlah rubah berbulu putih yang kesakitan. 
Melainkan perempuan, tidak sadarkan diri. Wajahnya tertutup uraian rambutnya yang panjang. Aku mendekati perempuan itu. 
Dia terluka. Gaun putihnya berlumuran darah dibagian perutnya. Darah yang sangat banyak. 
Menelisik lebih jauh, aku mendekatkan wajahku, melihat wajahnya lebih dekat. Ada sesuatu yang menarikku. 
Namun, tiba-tiba ia membuka matanya. Merah. Dari mulutnya muncul gigi taring yang tajam. Dia langsung menyerang ku. Dan menggigit pergelangan tangan ku. Tempat yang sama.

"Arghhh...."

Itu hanyalah mimpi, yang terasa sangat nyata. Aku melihat luka bekas gigitan rubah yang ada dipergelangan tangan ku. Sudah dua hari sejak peristiwa itu, dan warnanya masih merah darah. Sakitnya juga belum hilang. Masih perih jika terkena air.
Iseng, aku menjilatnya pelan.

Srrrrrr..........

Perasaan aneh mengalir dari pergelangan tangan ku kemudian menuju ke tulang belakang dan kemudian berakhir di bagian bawah tubuh ku.
Apa yang terjadi dengan ku?. 



To Be Continue