Saturday, June 6, 2015

FanFics : My Fox Mate (Chapter 2)





Title        : My Fox Mate

Chapter    : Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3  Chapter 4 Chapter 5 Chapter 6

Cast         : Byun Baekhyun EXO
                  Hani EXID
                 D.O / Kyungsoo EXO
                 Yura Girls Day

Length : Chaptered

Note    : Hai...ini bukan cerita hewan-hewan ya,,,,,hahahahah...
              Ha!!! Hani si little Fox....kekekeke....tapi bukan semacam rubah yang begitu..begitu...

*****************************************************************************

Malam sudah datang kembali. Tentu aku telah melewatkan pagi di hutan ini. Ahn Heeyeon mulai gelisah. Dia mengatakan pada ku bahwa jika dia lapar.

Sebenarnya aku tidak tahu cara berburu, tapi Ahn Heeyeon mulai menuntun ku. Menyerahkan sepenuhnya kendali kepadanya. Ke lima indera ku masih bisa merasakan dengan jelas. Bagaimana aku bisa mencium keringnya daun, merasakan pijakan ke empat kaki ku dan kibasan ekor ku.


Ahn Heeyeon - aku mengendap-endap, mendekati kelinci malang itu. Sebenarnya sangat kasihan, karena kelinci itu sangat lucu untuk dimakan. Setelah hanya beberapa langkah, aku melompat dan menerkamnya. Gigi taring ku menggigit leher kelinci itu hingga mati. Yang sebelumnya, si kelinci sedikit melakukan perlawanan, tapi hewan kecil tidak sekuat diri ku.

Dengan rakus aku makan mulai dari punggungnya, kemudian isi perutnya. Dan terakhir aku tinggalkan kepalanya, karena tak mungkin aku memakannya.
Darah melumuri ujung hidung ku, merah. Kontras dengan warna bulu ku.
Perasaan jijik dan mual mulai terasa. Aneh.

'Hey...lain kali jika kau berburu, datanglah sendiri, jangan mengajak ku' sungut ku kesal.
'Jika aku pisahkan kau dari tubuh ini, maka kau atau aku yang mati. Kita adalah satu paket. hehehe' kekehnya kecil.
'Tapi kelinci itu sangat menjijikkan' kata ku. Dia tidak menjawabnya, tapi Ahn Heeyeon, memberi tanda bahwa ada yang datang.
'Lari!!!' teriaknya.

Segera aku gerakkan kaki ku dengan cepat. Suara dibelakangku mulai terdengar dengan keras. Raungan. Sedikit menengok kebelakang, seekor beruang cokelat besar berlari ke arah ku. Sekuat tenaga aku berlari, angin yang melewati bulu-bulu halus ku terasa sangat cepat.

Beruang itu berlari disamping ku, kemudian melemparkan tubuhnya kearah ku. Membuat ku jatuh terguling berkali-kali. Beruang itu mencakar bagian perut ku dan menggigit telinga kiri ku. Sakit mulai terasa, dan darah mulai mengalir. Dengan sisa tenaga, aku lempar tubuh beruang besar hingga membentur pohon pinus.

'Dasar kau lambat' 

'Ha, kau mulai menyalahkan ku?. Ckck...'
Aku berjalan mencari jalan keluar dari hutan.

'Hey...kita tidak akan bergerak jika tidak bekerja sama, kau tahu itu kan?' Ahn Heeyeon berkata benar. Aku terlalu banyak merutuk dan mengutuk.
Aku menjilati luka dibagian perut ku untuk sedikit menghilangkan rasa sakit.

'Tenang saja, luka itu akan membaik setelah dua hari' 
Apakah Ahn Heeyeon sedang menghibur ku?. Dia sangat pandai, bukan?.

'Tapi aku tidak mau jika ada bekas luka yang memalukan, karena aku tidak terlihat cantik lagi'
Benar, aku akan terlihat buruk rupa. Mereka tidak mau melihat gadis yang memiliki bekas luka. Walaupun wajahnya cantik seperti malaikat.

'Aku pikir itu tidak akan meninggalkan bekas jika kita mendapatkan sesuatu'  sepertinya Ahn Heeyeon sedikit berpikir.

'Apa?' tanyaku penasaran.

'Darah' 
Wow...apakah aku salah dengar. Dia menyebutkan darah. Dan aku yakin, aku bukan hybrid vampir-rubah.

'Kau yakin?' tanyaku.

'Mungkin...aku pernah mendengarnya dari seseorang'
Jawabannya tidak terdengar meyakinkan. Maka aku menghiraukannya. Itu tidaklah benar. Sakit dari luka yang ku dapat hasil dari bermain-main dari binatang besar mulai terasa lagi. Bercak darah dari tetesan yang mengalir meninggalkan bekas di daun kering di sepanjang jalan yang aku lewati.

Merebahkan tubuh ku di pinggir jalan. Kehilangan banyak darah, membuatku semakin lemah. Aku sedang menunggu kematian ku. Kelopak mata ku sudah terasa berat. Pusing mulai menyerang.
Tapi tiba-tiba bau yang luar biasa menusuk hidungku. Itu adalah Vanila dan Mint. Mengendus lebih dalam, membuat sesuatu yang aneh di perut ku, seperti kupu-kupu yang beterbangan. Wow...ini adalah hal baru untuk ku.
Dan bau itu semakin dekat dan dekat. Aku bisa merasa Ahn Heeyeon mulai berjingkrak-jingkrak. Mengibaskan ekornya.

'Aku pikir kau akan mati tadi' kata ku pada Ahn Heeyeon yang masih sangat senang.

'Kau tidak merasakannya?' tanyanya.

'Vanilla? Mint? aku bisa menciumnya....' kataku.

'Ya...dan dia adalah...'. 
Aku tidak lagi mendengar apa kata Ahn Heeyeon selanjutnya karena kesadaran ku mulai hilang. Kini Ahn Heeyeon yang mengambil tubuh ku. Terakhir kali, aku merasakan sesuatu yang manis mengalir dari mulutku dan masuk melalui kerongkongan ku. Rasanya sangat nikmat, Vanilla dan mint yang membuat segar  hingga aku ingin berkali-kali. Dan setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi.

****************************************************************************

Aku terbangun dengan badan yang terasa ringan. Tidak ada lagi rasa sakit. Aku menjilat perut ku yang terluka, tapi tidak terasa apa-apa. Hanya ada sisa darah yang mulai mengering.
Bagaiman bisa?.
Tapi aku merasa Ahn Heeyeon bersikap berbeda dari biasanya.
'Kau terdengar sangat senang?' tanya ku pada Ahn Heeyeon.

'Yeah....kita menemukannya...!!!! Yay!!!" 
Jika aku menggambarkan Ahn Heeyeon, maka dia seperti anak alay yang baru saja diberi kedipan mata oleh yang ditaksirnya. Dia menggila.

'Siapa?'

'Soulmate....belahan jiwa...separuh jiwa....belahan dada' katanya kegirangan.
Aku tersenyum mendengarnya. Ada perasaan hangat di bagian hati ku yang lain. Tapi aku ingin tertawa dikata-katanya.

'Hey...jangan memanggilanya belahan dada....itu tidak sopan...kau lihat seperti apa orangnya?'

'Dia memiliki wajah yang sangat manis. Ah....aku lupa memberitahu mu. Tadi dengan sengaja aku menggigitnya dan meminum darahnya. Ughh....darahnya sangat manis dan rasa vanila. Aku pikir hanya es krim yang memiliki rasa itu. Karena darahnya, luka kita sudah sembuh, bahkan tidak ada bekasnya'.
Ahn Heeyeon berkata atau lebih kepada bercerita yang aku jarang temui sepanjang aku bersamanya.
Jadi tadi sesuatu yang manis itu adalah darahnya?.
Tapi saat aku mencobanya beberapa waktu yang lalu, rasanya seperti besi berkarat. Lalu kenapa miliknya manis dan enak. Mungkinkah dia banyak makan gula.

'Hal baik yang dia lakukan kepada mu adalah membuat mu berbicara lebih dari seperlunya. Aku pikir kau sangat menyukainya?. Mungkin jika saat itu aku tidak pingsan aku akan bereaksi sama seperti mu'

'Hemm...kau benar...dia membuat ku menjadi cerewet. kau pasti akan menyukainya juga. Oh!!! Dia memiliki warna mata cokelat tua senada dengan warna rambutnya. Wajahnya sa....'

"Stop!!! kau menghancurkan kejutan ku nanti' potong ku.

Kita lalu mencari sarang lain, yang tidak lagi ada beruang. Binatang itu membuat ku trauma.
Bagaimana dia bisa menemukan Aku-Ahn Heeyeon adalah misteri. Biarkan saja, aku tidak ingin bertanya kepada Ahn Heeyeon untuk menghindar dari rasa kecewa.

To Be Continue