Friday, July 10, 2015

FanFics : My Fox Mate ( Chapter 4 )



Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3  Chapter 4 Chapter 5 Chapter 6



Title     : My Fox Mate

Cast      : Byun Baekhyun EXO
               Hani EXID
               D.O / Kyungsoo EXO
              Yura Girls Day

Length : Chaptered

Note     : Buntu lagi....aduhhh.....


*******************************************************************************

Aku seperti ingin mati. Karena Ahn Heeyeon terus saja membujukku untuk mencari separuh dari jiwa kita. Aku tidak punya pilihan lain selain mendengarkan keluhannya terus menerus. Itu membuat ku gila. Karena diwujudku yang sekarang, dialah yang paling dominan.

'ayolah...buat hidup mu lebih berarti dengan mencari belahan jiwa kita diluar sana'.

'Ck, keegoisan mu bisa membuat kita ditangkap pemburu, kemudian di jual dipasar gelap. Atau yang lebih buruk, mereka akan menangkap kita kemudian menguliti kita...hiiii....'


'Kau tidak asyik!!!!' 

'Kadang aku tidak tahu dengan pilihan mu yang absurd. Kau hanya mengandalkan insting mu untuk mendekat kepadanya kemudian melakukan reproduksi. Dasar kau!!!'

'Jadi kau tidak ingin memiliki selusin anak dengannya?'

'Hey...aku bukan mesin reproduksi'

'Jadi kau mau?' 

aku bisa merasakan senyu Ahn Heeyeon senyumnya lebar sampai ke telinga.

'Hey...jangan memutar kata-kata ku. Maksudku...bahkan aku belum tahu siapa namanya, apa warna kesukaannya, makanan favoritnya...dan kita tidak mungkin langsung melompat ke tempat tidurnya dan beranak pinak'.

'Ohh...'

Tumben jawabannya singkat. Mungkin dia mulai lelah. Daya tarik dari ikatan jiwa memang sangat kuat, membuat sisi rubah ku mudah gonta-ganti mood. Ngomong-ngomong, belum ada yang mengunjungi ku. Dan tidak ada yang memberitahu ku kapan gerhana akan datang. Kenapa aku bisa bodoh begitu. Bisa saja aku ditipu oleh mereka. Dibalik wajah damai mereka tersembunyi kejahilan yang luar biasa.

Dari angin yang berhembus, aku bisa merasakan suhu udaranya berubah. Pasti ada yang sedang mengawasiku dan jaraknya dekat. Tapi bahkan hidung rubahku tak bisa mengendus siapa mereka.
Aku mengenali bau dari mereka semua, karena memiliki bau yang unik.
Tapi yang ini meninggalkan ku banyak tanda tanya. Aku pikir Ahn Heeyeon setuju dengan ku.
Jika mereka disini - para tetua, bukankah seharusnya mereka menemui ku dan mengatakan apa yang harus aku lakukan selanjutnya?.

Baru selesai aku berpikir seperti itu, dua orang melayang-layang di hadapanku. Perlahan menapakkan kakinya di tanah. Saat itu juga aku sadar siapa mereka. Segera aku meletakkan kepala ku diantara kedua kaki depan ku, tanda hormat.

"Hai...anakku..." sapanya lembut. Suaranya sangat halus dan menenangkan.
"Yang mulia...." sambut ku tanpa mendongakkan kepala ku, karena sama saja itu menantangnya.
"Aku tahu kau mengalami kesulitan menemukan separuh dari jiwa mu...cobalah kau berjalan ke selatan...dan gerhana bulan akan datang dalam tiga hari, saat itu kau akan berubah menjadi manusia. Agar kau lebih mudah menemukannya".

Tada...dalam sekejap bertemu dengan sang ratu, semua informasi yang aku butuhkan langsung tersedia. Tidak seperti idiot yang membuatku dibuang ke dunia manusia.
"Hani ssi, kita semua sudah memaafkan kesalahanmu. Tapi....kekuatan mu masih terkunci dan kau belum bsa kembali ke dunia kami".
"Baik yang mulia" dan sekejap mereka sudah menghilang. Kau tidak tahu bagaimana gembiranya diri ku. Ke empat kaki ku terus melompat-lompat, senang. Akhirnya aku tidak perlu makan kelinci mentah. Yess!!!



Byun Baekhyun

"Sayang...aku baru melihatmu dalam tiga hari ini. Professor terus menanyakan keadaan mu".
Yura, wanita yang aku kencani sejak enam bulan yang lalu, memelukku dari belakang.
Memutar badanku sehingga aku bisa melihat dengan jelas bagaimana matanya bersinar saat nama ku dia sebut.
Bagaimana wajah cantiknya menarik perhatian lawan jenis, sehingga aku lebih possessive. Takut dia akan berpaling ketika menemukan sedikit saja ketidak cocokan kita.

"Bagaimana luka mu? Apakah sudah lebih baik? Apa kau perlu menemui dokter lagi? Kata ayah ku kau bebas menemuinya jika dirasa perlu" Ia melihat dengan teliti bekas gigitan binatang beberapa waktu lalu. Dan luka itu sudah sembuh, tapi meninggalkan bekas.
Aku hanya menyambutnya dengan tawa kecil. Rasa khawatirnya mampu menggerakkan hati ku. Aku
memegang kedua pipinya, "Tenanglah, aku baik-baik saja" aku mengecup bibirnya, sekali, dua kali.

"Hey...hentikan itu...dasar mesum" katanya sambil tertawa.
"Selama itu dengan mu, tidak masalah" kata ku sambil memeluknya.
"Oh...mister pervert...kau akan telat masuk kelas" Yura mengingatkan ku.
"Baiklah". Aku mengantarnya hingga Yura masuk kelasnya, setelah memastikan tidak ada lawan jenis yang mencoba bersiul-siul kotor, aku bernapas lega.

Setelah dirasa lebih dalam, aku dengan Yura adalah salah. Tapi siapa yang mengatakan itu adalah salah. Aku mencintainya dan Yura mencintai ku. Tapi jauh, jauh di dalam hati ku mengatakan bahwa itu tidak benar.
Dan pikiran itu baru saja muncul pagi ini saat aku menemui Yura. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Segera aku buang pikiran buruk itu. Dan kenapa aku tahu jika itu akan berakhir dengan sesuatu yang buruk?.

Di dalam kelas pun aku tidak berkonsentrasi. Punggung ku terasa panas. Amat sangat panas. Membuat ku tidak nyaman. Dari dahi ku menetes bulir-bulir keringat. AC di dalam ruangan tidak membantu ku. Ini sangat saneh.
Tidak tahan, aku meninggalkan kelas dan pulang.

Sampai di rumah disambut heran eomma, "Kau sudah pulang??!!"
"Eomma, punggung ku panas, aku butuh ice pack" di dalam kamar aku langsung berendam di bathtub dengan air dingin.
Eomma masuk dengan ice pack di kedua tangannya.

"Kau kenapa? kau sakit?".
"Eomma, letakkan disini" aku membalik badan ku. Rasa dingin dari es sedikit mengurangi rasa panas. "Aku tidak tahu, tiba-tiba saja punggung ku panas, seperti ada yang membakar kulit ku".
"Ohhh...Baekhyunie, kulit mu merah, kau yakin kau tidak salah makan sesuatu?" diingat-ingat lagi, pagi ini aku hanya makan pancake dan sirup gula. Dan itu adalah sarapan wajib setiap pagi. Jadi tentu saja tidak ada yang salah dengan apa yang masuk ke perutnya.
  
Setelah hampir satu jam berendam, rasa panas sudah hilang. Kini berganti rasa lelah yang luar biasa. Seperti habis berlari berkilo-kilo meter jauhnya. Tulang dan otot kaku semua, perut pun bunyi laparrrr.....
Eomma tertawa mendengarnya. Dan membantuku berdiri. Tidak mampu memakai baju, eomma dengan senang hati memakaikan ku baju. Ahh...aku seperti bayi lagi.

"Kau istirahat, eomma akan membawakan mu makan".
Lupa jika aku tidak mengatakan apapun dengan Yura. Pasti membuatnya khawatir. Benar saja, karena detik berikutnya handphone ku berdering.

"Hyunie, kau dimana? tadi saat aku tanyak Kyungsoo katanya kau buru-buru pulang. Apa ada sesuatu".
"Aku tidak enak badan" jawabku singkat.
"Kau membuat ku khawatir. Tunggu aku, aku akan ke rumah mu nanti malam" senang mendengarnya. Karena dia akan memanjakan ku. Hehehe....


To be continue




Sedikit dulu....mau belajar...hwehehhe....