Title : The Spine Breaker
Cast : Kang Seulgi Red Velvet
Min Suga BTS
Jung Jungkook BTS
V BTS
Kai EXO
Oh Sehun EXO
Length : Chapter
******************************************************************************
Min Suga / Min Yoongi
Bagus.
Sekarang hanya tinggal menunggu siapa yang akan menyelamatkan ku. Disaat seperti ini aku baru paham apa gunanya Superhero. Ya!!! bukan untuk berakting di TV, Melainkan menyelamatkan ku.
Tapi itu percuma saja karena harapan itu kosong, Nol, Nihil.
Tidak ada yang bisa menghiburku dari rasa kebosanan. Sejak dibawa kemari -mungkin sudah beberapa jam yang lalu- tidak seorang pun datang ke ruangan ini. Mereka membiarkan kedua tangan ku terikat dibelakang kursi. Dan juga kedua kaki ku.
Bukan....
Bukan kursi kayu, melainkan kursi besi. Yang kalau aku berusaha menggerakkan kaki ku, tak sejengkalpun bergerak. Aku sudah mencobanya berkali-kali. Dan tidak banyak yang bisa aku lihat dari ruangan ini. Selain gelap, tidak berjendela. Merasa bahwa pernapasan ku tidak terganggu dengan bau yang tidak nyaman, barangkali ruangan ini sering digunakan.
Mengingat kembali bagaimana aku bisa berada di situasi seperti ini, yang patut menjadi tersangka adalah Oh Sehun. Si gila yang satu itu sudah kehilangan kewarasannya bahkan sebelum ia menjadi musuhnya.
Klak...klak..klak...
Akan ada yang masuk keruangan ini. Benar saja, cahaya yang masuk dari balik pintu menyilaukan ku. Mereka belum memberiku bogem mentah sehingga aku bisa mendengar dan melihat dengan jelas siapa saja yang masuk ke ruangan ini. Pukulan yang aku terima sebelum aku dibawa kesini belum sepenuhnya membuat ku buta dan tuli.
Wajah-wajah yang sering aku temui saat berurusan dengan Oh Sehun. Aku tidak paham dengan mereka, kenapa mereka mau bekerja dengan orang sakit.
"Bawa dia, seseorang ingin bertemu dengannya".
Setelah mereka melepaskan ikatan kaki dan tangan ku, mereka memaksaku berdiri dan memborgol kedua tangan ku. Dua orang dibelakang ku dan satu orang didepanku. Menyusuri koridor, melewati beberapa ruangan yang dibatasi dengan kaca buram membawaku ke sebuah ruangan yang cukup sempit. Hanya ada satu kursi besi yang sepertinya melekat di lantai dan meja.
"Ikat dia kembali".
Tidak membutuhkan waktu lama, tangan dan kaki ku sudah terikat. Mereka meninggalkan ruangan itu.
"Hai, Min Yoongi ssi" kali ini orang asing yang mendatangi ku. Aku heran, dari mana dia tahu nama ku. Duh, siapa lagi kalau bukan dari Oh Sehun. Dia memakai baju lab, dari senyumnya, aku tahu aku akan mengahadapi sesuatu yang buruk. Dibelakangnya seorang suster, membawa nampan yang kemudian diletakkanya di atas meja.
Pandangan ku teralihkan ke atas nampan. Ada beberapa penjepit besi, pistol dan pisau. Aku sudah bisa membayangakan apa yang akan mereka lakukan pada ku.
"Ah...mungkin kita bisa memulainya sekarang".
Jika Oh Sehun itu sakit maka dokter dihadapan ku, dia lebih gila dari Oh Sehun. Ketakutan mulai menjalari setiap inch tubuh ku saat ia mengambil pisau kecil.
Memberontak pun percuma, aku hanya bisa menggerakkan jari-jari ku. Tatapan ku tajam mengikuti setiap gerakannya. Aku mulai gelisah.
Dia memegang kedua lengan ku dan meletakkan ujung pisau yang dingin bersentuhan dengan kulit ku. Panik, aku menggelengkan kepalaku. Tidak!!, dia akan melakukannya. Dia mencubit daging lengan tangan kanan ku dan mengirisnya dengan pisau ditangannya. Meninggalkan luka cekungan yang darahnya terus mengalir. Aku tidak tahu mau menamakan apa rasa sakit itu selain aku hanya bisa berteriak.
Menggerakkan tubuhku menjauh dari dokter itu.
Sejauh mungkin!!!. Agar dia tidak bisa menyentuh ku. Tapi tak se senti pun aku bisa menjauh. Mereka sudah memastikan aku tidak bisa melawan.
Kursi tempat ku duduk mulai tergenang dengan darah yang terus mengalir.
Ya, sekarang aku paham kenapa mereka tidak memukuli ku terlebih dulu. Karena mereka ingin agar aku merasakan dengan jelas, saat daging ditubuh ku disayat. Dan itu membuat ku berhalusinasi bahwa ini hanyalah mimpi. Dan berharap aku segera terbangun, karena tak sanggup menahan rasa sakit. Aku sering melihat bagaimana korban penculikan mengalami penyiksaan, di surat kabar, Televisi atau pun Film. Tapi ini, ini sangat berbeda. Yang aku teriakkan di dalam kepalaku hanyalah permintaan agar hidup ku segera diakhiri.
"Bersihkan ini" katanya kemudian meninggalkan ruangan.
Dan suster yang sejak tadi hanya berdiri melihat ku, bergerak maju dan mendekati ku dengan alkohol ditangannya dan perban.
"Argghhhh!!!!".
Dia menyiramkan alkohol di lengan ku. Menekan luka ku dengan ke dua tangannya. Perih yang amat sangat. Dia tidak melakukannya secara perlahan, atau membiarkan luka ku seperti itu dan langsung membungkusnya dengan perban. Dia dengan sengaja menuangkan alkohol satu botol penuh untuk membuat ku lebih merasa sakit.
Kepala ku berdenyut tak karuan. Mata ku basah dengan air mata dan tubuh ku berkeringat karena kesakitan. Tak punya tenaga lagi hanya untuk membuka mata ku. Jadi seperti ini, sekarat. Saat seluruh sendi tulang mati rasa. Yang terakhir aku ingat hanya wajah Jungkook dan Seulgi.
To Be Continue
Uwoh...ayolah cepat selamatkan Min Yoongi,,,,siapa saja. Superman, batman Siapa saja,,,,
.






