Title : The Witch
Cast : Luhan
Son Naeun Apink
Lee Taemin Shinee
Genre : Fantasy, Drama
******************************************************************************
Son Naeun
Jika sudah begini, aku harus menyalahkan eomma yang berjalan beberapa meter di depanku. Setiap langkah aku harus menangkap napas ku yang pendek, lelah dan haus. Aku memang tidak boleh meremehkan eomma, tapi kadang eomma sangat ceroboh sehingga akibatnya menyusahkan kita berdua.
Bisa kau bayangkan malam-malam berjalan kaki di tengah hutan tanpa penerangan. Bisa saja aku bertemu dengan binatang buas.
Saat eomma membangunkan ku jam satu pagi dan meyuruhku untuk mengepak barang-barang ku, aku pikir eomma bercanda. Tapi ternyata tidak, dengan sedikit teriakan dan tarikan paksa dari tempat tidur akhirnya eomma berhasil membuatku mengikuti kemauannya.
Aku tidak mungkin menolak. Lagi pula, aku akan hidup dengan siapa jika tidak dengna eomma.
Eomma adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki. Jadi saat eomma menyuruhku melakukan hal-hal yang mengerikan, tanpa pikir dua kali aku mengiyakan.
"Ya!!! Son Naeun!!! Cepat...pagi hampir menjelang" teriaknya. Suaranya terdengar jauh dari jangkauan telingaku.
Panik melanda. Bagaimana jika eomma meninggalkan ku di tengah hutan?. Oh Tidak!!.
"Eomma!!!!" teriakku. Ugh...aku membenci kemampuan ku yang pas-pas an. Mengikat erat tali tas punggung ku yang amat sangat berat, aku mempercepat langkah ku.
"Eomma !!!" panggil ku sekali lagi. Melihat kanan kiri ku, duh eomma.
"Jangan kau teriak-teriak, nanti penghuni hutan yang lain akan keluar dari sarangnya dan ikut memburu kita". Entah dari mana datangnya, eomma sudah muncul dibelakangku.
Astaga. Hampir saja jantung ku lompat.
Kadang aku lupa jika eomma adalah penyihir hebat.
Jadi apa yang kau pikirkan? Kenapa kita tengah malam keluyuran di hutan?.
Ha, ini bermula karena kecerobohann eomma. Salah satu pelanggan eomma merasa tidak puas. Dan minta paksa ganti rugi. Bukan dengan koin emas yang sebenarnya kita juga tidak punya , tapi dengan nyawa.
Mereka merasa kecewa dan tertipu karena mantra eomma tidak mempan sama sekali. Dan siapa mereka itu? Mereka adalah para Vampir.
Eomma banyak yang mencari tapi banyak pula yang memburu nyawanya.
"Naeun!!! Lihat!!! Ada rumah" eomma terlihat girang.
Ah, akhirnya. Aku bisa tidur di bawah atap. Eomma mengambil sedikit tanah dan menciumnya. Alis matanya mengkerut, berpikir.
"Sudah tidak dihuni selama 20 tahun. Bekas sekelompok manusia serigala yang semua anggotanya dihabisi oleh kumpulan serigala lain". Eomma memiliki pengetahuan lebih dari penyihir lainnya.
Dari luar rumah itu terlihat sangat seram. Akar pepohonan merambati tembok dan menutupi hampir seluruh bagian. Aku sering melihat makhluk halus, mereka seperti asap putih.
Dari pojok mata ku, aku bisa melihat beberapa dari mereka sedang duduk di dahan pohon, dekat dengan atap. Dengan kaki menjuntai ke bawah hampir menyentuh tanah. Menatap, mengikuti setiap gerakan ku. Sepertinya mereka tahu jika kita adalah penyihir, karena kemudian mata mereka memerah.
Eomma pasti melihatnya juga, karena arah pandangannya menuju ke tempat itu. Eomma mengucapkan mantra dan mereka semua menghilang.
"Ck, mereka seperti parasit" gumamnya.
Tak ingin diluar lebih lama, aku segera menyusul eomma. Di dalam ruangan tak jauh beda, sama gelapnya, seramnya, dan sama kotornya. Masih ada sofa dan perabotan lain yang sudah usang. Aku yakin itu tak mungkin bisa digunakan lagi.
Aku letakknya tas punggung ku di atas tanah. Beban dipundak ku berkurang. Syukurlah...setelah hampir pundak ku patah.
"Sepertinya kita akan bekerja keras besok. Istirahatlah, eomma akan keluar sebentar".
Ditinggal sendiri di tempat seperti ini bukan hal yang baik. Apalagi rumah ini memiliki sejarah yang menyedihkan.
Dengan menyentuh sesuatu yang ada di dalam rumah ini dan sedikit konsentrasi, maka aku bisa melihat ulang apa yang terjadi puluhan tahun yang lalu seperti film lama yang sering aku tonton di layar TV..
Tapi itu memerlukan energi yang banyak.
Bosan menunggu eomma kembali, aku menyibukkan diri dengan membersihkan lantai, yang membuat ku terkejut adalah tatanan marmer sebagai lantainya. Pasti pemilik sebelumnya sangat kaya.
Melepas jubah ku - sama persis dengan yang Harry Potter pakai, hanya saja tidak membuatku transparan. Ehm..aku penggemar beratnya- dan meletakkannya di lantai untuk alas tidur dengan bantalan tas punggung ku.
Memandangi langit-langit rumah, rasanya aneh. Baru beberapa saat yang lalu aku masih terbiasa dengan cat dinding kamar ku yang berwarna krem, sekarang aku berada di rumah yang tidak tahu punya siapa dan gelap.
Aku tidak marah dengan eomma , karena selama ini eomma yang selalu berjuang untuk kehidupan ku. Hal yang aku syukuri dari aku menjadi seorang penyihir? Profesi ini mendatangkan uang.
Ahhh...eomma pasti sedang di luar rumah untuk memasang mantra pelindung. Yang akan melindungi rumah ini dari yang berniat buruk.
'Terima kasih eomma' bisikku dalam hati.
To Be Continue






