Sunday, August 6, 2017

Fanficsbox : Hold Me Tight (Part III)


Title         : Hold Me Tight ( Part II )
Chapter   : Prolog |  Part I | Part II Part III | Part IV
Cast        : 
  • Luhan  
  • Baekhyun
  • Oh Sehun
  • Kim Jongdae
Genre       : MxB, Action, Drama
Rating      : PG-15


=====================================================================


BAEKHYUN

Malam itu ia duduk di meja kerjanya. Mengeluarkan barang bukti yang ia dapat dari kepolisian. Mulai dari foto dan barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian, hingga rekaman kamera cctv yang datanya telah ia tampung dalam usb.

Meski separuh hatinya merasa keberatan karena ia harus mengingat kejadian mengerikan itu, tetapi sebagian lagi teguh untuk mencari siapa pembunuhnya.
Tidak sepenuhnya ia merekam dalam memorinya apa yang sebenarnya terjadi tiga bulan yang lalu. Tahu-tahu ia sudah dirumah sakit , menjalani rehabilitasi karena ia menderita stres berat. Tetapi dalam sela-sela terapinya, entah itu siang ataupun malam , saat matanya terpejam, ia akan dihampiri mimpi buruk yang berkepanjangan. 

Ia bermimpi Taeyeon dan Jinri berlumuran darah di ruang keluarga. Suara tangisan Jinri memanggil namanya, suara tebasan pedang dan Taeyeon yang memohon ampun dengan suara parau. Itu semua tidak bisa ia hapus dari ingatannya sampai sekarang, karena begitu jelasnya. Seperti ia benar-benar berada disana dan menyaksikan itu semua. Tetapi dokter sudah menjelaskan bahwa ia tidak ada disana saat itu terjadi. Katanya, Oh Sehun lah yang membawanya ke rumah sakit setelah menemukan dirinya dalam bathtub dengan urat nadi hampir putus.

Sesalnya tak sampai disitu, ia melewatkan pemakaman keduanya. Karena kondisinya tidak stabil, maka ia hanya diberitahu bahwa pemakaman itu dihadiri mertuanya serta keluarga dekatnya.

Sekarang adalah bagiannya untuk mengungkap kasus itu. Setelah polisi mandeg menyelidikinya karena menemukan jalan buntu.  Dalam dugaannya, antara orang yang pernah diselidikinya kemudian menaruh dendam atau justru ia tidak mengenalnya tapi tahu dipekerjakan oleh siapa.

Pertama Baekhyun menyetel rekaman cctv yang terpasang dihalaman depan rumah. Tertera tanggal dilayar dua puluh tiga desember tahun dua ribu lima belas, pukul enam sore lebih enam menit. Dalam lima menit pertama tidak ada hal ganjil, kendaraan yang bisa dihitung dengan jari, lalu-lalang di jalan raya. 

Ia tidak mempercepat video yang ia putar karena takut melewatkan petunjuk yang penting. Sembilan menit kemudian, terlihat mobil masuk ke halaman rumahnya, ia tahu mobil itu adalah milik Taeyeon. Benar saja, Taeyeon dan Jinri keluar dari dalam mobil dan masuk  kedalam rumah. Melihat keduanya membuat dadanya  sesak. Dipukulnya dengan keras untuk melegakan sesaknya. Air matanya sudah mengembun di pelupuk matanya, sehingga pandangannya kabur. Diusap kedua matanya dengan lengan baju. Sampai rekaman itu berakhir, sekitar tiga puluh menit, tidak terlihat Taeyeon maupun Jinri Keluar rumah. 

Kemudian Baekhyun melanjutkan dengan rekaman kedua. Kamera CCTV yang ia pasang di ruang tamu. Dalam rumahnya hanya ada dua CCTV, ruang tamu dan di kamar Jinri. Ia tidak memasang di Ruang keluarga dengan alasan di dua tempat saja sudah cukup. Sekarang ia menyesalinya. Karena pasti tidak akan mudah mencari pembunuh itu.

Di layar tertera jam yang sama dengan yang pertama, enam sore lewat enam menit. Dan saat Taeyeon yang menggandeng Jinri membuka pintu kemudian menutupnya kembali sudah empat menit lamanya. Karena CCTV tidak bisa menjangkau ruang keluarga, maka apa yang dilakukan Taeyeon dan Jinri, ia tak melihatnya. Rekaman terus berjalan, masih tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Hingga pada rekaman, jam ada pada delapan kurang satu menit, pintu depan didobrak, ada lima orang dengan penutup kepala dan sarung tangan. Jantung Baekhyun tidak karuan,

‘Jadi itu mereka? ‘ batinnya. Mereka semua pembunuhnya. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras. Baekhyun melihat satu diantara mereka mendekati kamera dan mematikannya.

“SIAL!!!!! SIAL!!!” umpatnya. Ia menenangkan deru napasnya, mendinginkan kepalanya. Ia kemudian kembali duduk, menyetel ulang rekaman itu sampai dengan dimana mereka mematikan kameranya. Baekhyun menurukan kecepatannya dari normal menjadi 0,25. Dengan kecepatan yang lebih lambat, ia melihat di bagian pangkal pelipis ada simbol saat orang itu mendekat untuk mematikan kamera. Ia sendiri masih ragu karena simbol itu sangat kecil. 
Kemudian ia menjeda video dan memperbesar layar. Karena masih belum terpecahkan, ia mencetaknya diatas kertas.

Sebentar-sebentar ia mengalihkan matanya dari layar komputer yang masih memutar rekaman ketiganya, rekaman cctv yang dipasang di kamar Jinri, untuk menatap simbol - ya, iya yakin itu simbol- yang ia tempel di white board, bersama dengan foto-foto yang ia dapat. Perasaannya masih dihantui rasa penasaran jika ia tak bisa memecahkannya. Tapi sampai pagi menjelang, Baekhyun belum juga mendapat jawaban.

***

“Hemmm..... sebentar....” Oh Sehun memandangi kertas ditangannya dengan dahi berkerut. Selain karena cetakan yang berwarna hitam putih, juga karena kualitasnya yang begitu buruk sehingga sulit dibaca. Baekhyun yang duduk didepannya, memandang dengan penuh harap, membuat Sehun tak enak hati.

“Bukankah kau akan membaca hasil otopsi yang aku berikan pada mu?” Oh Sehun mengingatkan laki-laki dihadapannya yang terlihat resah.

“Ah... itu... aku sudah membacanya semalam. Tapi entah kenapa hanya gambar itu yang aku pikirkan. Rasa penasarann ku tidak hilang bahkan saat Suho mengatakan itu karena topeng yang mereka pakai berlubang” ia hanya mengangguk pelan mendengarnya. Matanya tidak langsung menatap Baekhyun saat ia mendengarkan laki-laki itu bicara.

Maafkan aku

“Aku dengar direktur akan memberi mu kasus baru, tapi jika kau merasa keberatan karena perhatian mu saat ini adalah menemukan pelakunya, aku bisa membantu mu untuk bicara dengannya” Oh Sehun mencari topik lain. Ia memasukkan kertas itu kedalam laci.

“Ya, kemarin siang ia bicara dengan ku. Tapi aku beralasan jika belum stabil. Memang benar sih, dokter telah menyatakan telah sembuh... hahahaha” tawa Baekhyun terdengar pilu, Oh Sehun memalingkan wajahnya, cemas. “aku diperlakukan seperti orang yang baru saja sukses menjalani pembedahan, padahal tidak seorang pun tahu apa yang aku rasakan” ekspresi sahabatnya itu berubah menjadi pahit. Mendengarnya, Oh Sehun hanya terdiam.

Kemudian teman karibnya itu bangit dari tempat duduknya, menawarkan senyum ramahnya, “aku pamit dulu. Kabari aku jika kau menemukan sesuatu” Oh Sehun menahan napasnya, sampai Baekhyun keluar dari ruangannya, ia baru melemaskan otot tubuhnya yang panik.

Ia mengeluarkan selembar kertas dari dalam lacinya, kemudian merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan ponselnya,

“Aku menemukan sesuatu” katanya singkat.

Tbc

Note : 

haii... maaf yang nunggu lama, karena author masih sibuk dengan macem-macem jadi ini chap di post tanpa diedit... maaf yaaa.... 
annyeong......