Saturday, August 19, 2017

Fanficbox : Hold Me Tight (Part V)




Title         : Hold Me Tight ( Part V )
Chapter   : Part I | Part II | Part III 
Cast        : 
  • Luhan 
  • Baekhyun EXO
  • Oh Sehun EXO
  • Kim Jongdae EXO

Genre       : MxB, Action, Drama
Rating      : PG-15
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baekhyun

Selagi menunggu kabar dari Oh Sehun, dia mencari jawaban sendiri. Di ruangan kerja yang terpisah dengan pegawai lain – ia tidak suka keramaian – ia menggelar semua bukti kasus yang sudah ia kumpulkan menjadi jurnal. Dalam ruangannya sangatlah sederhana. Hanya ada satu set meja kerja dan lemari arsip. Dan satu bingkai foto keluarganya.

Ia mencoba  membuat ilustrasi dari gambar yang terlihat buram. Ia memutar otak, mengira-ngira hingga mencarinya di internet. Ia sudah  menghabiskan dua cangkir kopi hitam, dan satu gelas ekspreso dingin. Tetapi ditengah keputusasaannya, ia menemukan yang dicarinya.
Karena sepertinya keberuntungan sedang berpihak dengannya, salah satu webpage yang muncul dari hasil pencarian hampir menunjukkan gambar yang sama. Tetapi setelah ia membukan halaman web hasilnya adalah barisan tulisan dengan bahasa mandarin. Ia tidak begitu pandai dalam bahasa yang satu ini. Buru-buru ia mencetaknya dan membawanya kepada ahlinya, Suho.

***

“Hyung....” Baekhyun disambut dengan sedikit kaget oleh Suho saat melihatnya masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa. Baekhyun berdiri di tengah ruangan dengan kikuk. Ini adalah kedua kali ia bertemu dengan Suho setelah ia keluar dari rumah sakit. Ia sedikit kecewa saat Suho tidak jadi menjenguknya, padahal ia sudah menunggunya. Selain Oh Sehun, kawan karibnya yang lain adalah Suho. Bukan karena sering diberi kasus yang sama, tetapi saat ia menemukan hal yang janggal dan ia tidak bisa menyelesaikannya, maka Suho lah tempat terakhir yang ia tuju.

“Ah... iya... aku kesini butuh bantuannmu” kemudian Baekhyun duduk di kursi tepat di depan meja kerja Suho. Tangannya sedikit gemetar, karena terlalu senang.
“Aku ingin kau menerjemahkannya ke dalam hangul. Aku sedikit kesulitan mengartikannya karena pengetahuannku terbatas.” Baekhyun memberikan kertas yang dibawanya. Suho melihatnya sekilas.

“Hemmm.....” Suho memijit dagunya pelan sambil bergumam, “Aku bisa menyelesaikannya dalam sepuluh menit. Apa kau akan menuggu hingga aku selesai menterjemahkannya?” tanyanya.

“Aku akan ke kafetaria saja. Apa ada yang kau inginkan? Kopi? Teh?” Baekhyun menawari Suho. Berharap temannya memesan sesuatu sebagai balasbudinya.

“Kopi hitam dengan satu gula”. Ia tersenyum mendengarnya. Selera Suho belum berubah.

“Oke” jawabnya singkat.

***

Baekhyun sudah menghabiskan kopi ketiganya sore itu. Ia yang awalnya duduk di depan Suho sambil memperhatikan anak itu menyelesaikan pekerjaannya, akhirnya ia pindah tempat karena merasa suntuk. Jarang-jarang ia masuk ke ruangan juniornya karena kesibukan yang berbeda. Ia adalah tipe orang yang suka dengan tantangan dan petualangan, jadi jika ia ditempatkan pada ruangan tiga kali tiga meter maka sebentar saja ia akan kram. Sedangkan Suho adalah orang yang lebih suka duduk berlama-lama di depan komputer dan perangkat teknologi lainnya. Mereka mungkin hanya dua kali dalam sebulan bertemu, tetapi mereka berteman akrab.

Lima menit berlalu, tapi Suho belum juga selesai, apalagi Oh Sehun. Anak itu tidak masuk kantor dan tidak ada kabar. Keduanya sama-sama membuat resah batinnya. Jari-jarinya memainkan ketukan pada meja untuk mengurangi ketegangannya.

“Hyung, kalau kau tidak bisa diam, kau bisa menunggu ku diruang mu, aku nanti akan kesana”kata Suho yang sudah gerah dengan tingkah Baekhyun.

 “Oh!! Maafkan aku karena mengganggu pekerjaan mu” sahut Baekhyun setelah mendengar nada masam Suho.

“Ah, tidak apa-apa, tapi kalau kau terus membuat suara, konentrasi ku buyar, hyung.”.

“Baiklah aku akan diam”.

Tiga menit kemudian, Baekhyun sudah mendapatkan hasilnya. Ia membaca secara hati-hati artikel dari laman berita china itu.

Anak perusahaan Hong Group yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan membuka Casino ke tiganya di Macau, Hongkong. Mengambil tema ‘Royal’ , Casino dibagun di atas kapal pesiar yang mewah dengan fasilitas bintang lima. Dari mulai hotel,...
Baekhyun tidak melanjutkan, yang menarik perhatiannya adalah simbol yang posisinya  sebagai background foto yang di pasang pada kolom artikel.

“Suho-ya, kau tahu arti dari simbol ini?”.

“Oh Itu, adalah fenghuong, artinya burung phoenix, sejenis burung merak. Bisa juga diartikan sebagai simbol kemewahan, atau keagungan ”kata Suho menjelaskan.

“Apa mungkin pembunuhan istri ku ada hubungannya dengan Hong Group?” kata Baekhyun setengah bertanya pada temannya.

“Bisa saja, karena tulisan itu sangat mirip” jawab Suho singkat.

“Apa kau bisa membantu ku untuk menyusup dalam kelompok mereka?”
Suho mengkerutkan dahinya mendengar itu.

“Aku tidak yakin, karena grup ini sangat tertutup. Tidak pernah menerima anggota baru. Dan terhadap orang luar mereka skeptikal. Tapi mungkin kau bisa lebih dekat jika bergabung dengan rivalnya. Mereka bermarkas di Macau, Cina.  Baru-baru ini bawahan ku menerima informasi jika mereka menjalin kerjasama dengan Hong Group. Jadi mungkin hubungan mereka telah membaik. Ini sangat bagus untuk mu. Hanya saja, kau harus meningkatkan bahasa mandarin mu yang kacau itu agar mereka tidak curiga.” Setelah mendengarkan penjelasan Suho panjang lebar, ini adalah ide yang paling mungkin.

“Akan aku siapkan segalanya. Beri aku waktu seminggu”.

  “Dan aku tidak tahu kenapa logo perusahaan ada di topeng salah satu pembunuh istri mu. Ini sangat random, kecuali jika memang mereka adalah suruhan mereka langsung, dan logo yang secara sengaja mereka perlihatkan memang ditujukan sebagai peringatan. Tapi setahuku kau tidak pernah berurusan dengan mereka, benarkan?”. Baekhyun mengangguk pelan.  

Karakter penulisannya sangat mirip dengan yang ada di foto yang aku cetak kemarin. Apakah ini ada hubungannya dengan mereka?.

Tapi seingatnya tidak pernah ia menyelidiki kasus yang berhubungan dengan Hong Grup. Jadi motif dendamnya apa?

***
“Bos, Detektif itu sudah menemukannya”.

Oh Sehun tidak kaget.

“Oke, kau boleh pergi”.

Oh Sehun tidak merasa bersalah karena kejadian itu adalah salah paham. Suatu saat nanti pasti kasus ini terpecahkan dan resikonya adalah terbuka semua kedoknya. Tapi sebelum semua itu terjadi dia hanya akan bungkam.



 tbc