Title : Hold Me Tight ( Part V )
Chapter : Part I | Part II | Part III Cast :
- Luhan
- Baekhyun EXO
- Oh Sehun EXO
- Kim Jongdae EXO
Genre : MxB, Action, Drama
Rating : PG-15
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Rating : PG-15
Baekhyun
Selagi menunggu kabar dari Oh Sehun, dia mencari jawaban
sendiri. Di ruangan kerja yang terpisah dengan pegawai lain – ia tidak suka
keramaian – ia menggelar semua bukti kasus yang sudah ia kumpulkan menjadi
jurnal. Dalam ruangannya sangatlah sederhana. Hanya ada satu set meja kerja dan
lemari arsip. Dan satu bingkai foto keluarganya.
Ia mencoba membuat
ilustrasi dari gambar yang terlihat buram. Ia memutar otak, mengira-ngira
hingga mencarinya di internet. Ia sudah
menghabiskan dua cangkir kopi hitam, dan satu gelas ekspreso dingin.
Tetapi ditengah keputusasaannya, ia menemukan yang dicarinya.
Karena sepertinya keberuntungan sedang berpihak dengannya,
salah satu webpage yang muncul dari hasil pencarian hampir menunjukkan gambar
yang sama. Tetapi setelah ia membukan halaman web hasilnya adalah barisan
tulisan dengan bahasa mandarin. Ia tidak begitu pandai dalam bahasa yang satu
ini. Buru-buru ia mencetaknya dan membawanya kepada ahlinya, Suho.
***
“Hyung....” Baekhyun disambut dengan sedikit kaget oleh Suho
saat melihatnya masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa. Baekhyun berdiri di
tengah ruangan dengan kikuk. Ini adalah kedua kali ia bertemu dengan Suho
setelah ia keluar dari rumah sakit. Ia sedikit kecewa saat Suho tidak jadi
menjenguknya, padahal ia sudah menunggunya. Selain Oh Sehun, kawan karibnya
yang lain adalah Suho. Bukan karena sering diberi kasus yang sama, tetapi saat
ia menemukan hal yang janggal dan ia tidak bisa menyelesaikannya, maka Suho lah
tempat terakhir yang ia tuju.
“Ah... iya... aku kesini butuh bantuannmu” kemudian Baekhyun
duduk di kursi tepat di depan meja kerja Suho. Tangannya sedikit gemetar,
karena terlalu senang.
“Aku ingin kau menerjemahkannya ke dalam hangul. Aku sedikit
kesulitan mengartikannya karena pengetahuannku terbatas.” Baekhyun memberikan
kertas yang dibawanya. Suho melihatnya sekilas.
“Hemmm.....” Suho memijit dagunya pelan sambil bergumam, “Aku
bisa menyelesaikannya dalam sepuluh menit. Apa kau akan menuggu hingga aku
selesai menterjemahkannya?” tanyanya.
“Aku akan ke kafetaria saja. Apa ada yang kau inginkan? Kopi?
Teh?” Baekhyun menawari Suho. Berharap temannya memesan sesuatu sebagai
balasbudinya.
“Kopi hitam dengan satu gula”. Ia tersenyum mendengarnya.
Selera Suho belum berubah.
“Oke” jawabnya singkat.
***
Baekhyun sudah menghabiskan kopi ketiganya sore itu. Ia yang
awalnya duduk di depan Suho sambil memperhatikan anak itu menyelesaikan
pekerjaannya, akhirnya ia pindah tempat karena merasa suntuk. Jarang-jarang ia
masuk ke ruangan juniornya karena kesibukan yang berbeda. Ia adalah tipe orang
yang suka dengan tantangan dan petualangan, jadi jika ia ditempatkan pada
ruangan tiga kali tiga meter maka sebentar saja ia akan kram. Sedangkan Suho
adalah orang yang lebih suka duduk berlama-lama di depan komputer dan perangkat
teknologi lainnya. Mereka mungkin hanya dua kali dalam sebulan bertemu, tetapi
mereka berteman akrab.
Lima menit berlalu, tapi Suho belum juga selesai, apalagi Oh
Sehun. Anak itu tidak masuk kantor dan tidak ada kabar. Keduanya sama-sama
membuat resah batinnya. Jari-jarinya memainkan ketukan pada meja untuk
mengurangi ketegangannya.
“Hyung, kalau kau tidak bisa diam, kau bisa menunggu ku
diruang mu, aku nanti akan kesana”kata Suho yang sudah gerah dengan tingkah
Baekhyun.
“Oh!! Maafkan aku
karena mengganggu pekerjaan mu” sahut Baekhyun setelah mendengar nada masam
Suho.
“Ah, tidak apa-apa, tapi kalau kau terus membuat suara,
konentrasi ku buyar, hyung.”.
“Baiklah aku akan diam”.
Tiga menit kemudian, Baekhyun sudah mendapatkan hasilnya. Ia membaca
secara hati-hati artikel dari laman berita china itu.
Anak perusahaan
Hong Group yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan membuka Casino ke tiganya di
Macau, Hongkong. Mengambil tema ‘Royal’ , Casino dibagun di atas kapal pesiar
yang mewah dengan fasilitas bintang lima. Dari mulai hotel,...
Baekhyun tidak melanjutkan, yang menarik perhatiannya adalah
simbol yang posisinya sebagai background foto yang di pasang pada
kolom artikel.
“Suho-ya, kau tahu arti dari simbol ini?”.
“Oh Itu, adalah fenghuong,
artinya burung phoenix, sejenis burung merak. Bisa juga diartikan sebagai
simbol kemewahan, atau keagungan ”kata Suho menjelaskan.
“Apa mungkin pembunuhan istri ku ada hubungannya dengan Hong
Group?” kata Baekhyun setengah bertanya pada temannya.
“Bisa saja, karena tulisan itu sangat mirip” jawab Suho
singkat.
“Apa kau bisa membantu ku untuk menyusup dalam kelompok
mereka?”
Suho mengkerutkan dahinya mendengar itu.
“Aku tidak yakin, karena grup ini sangat tertutup. Tidak pernah
menerima anggota baru. Dan terhadap orang luar mereka skeptikal. Tapi mungkin kau
bisa lebih dekat jika bergabung dengan rivalnya. Mereka bermarkas di Macau, Cina.
Baru-baru ini bawahan ku menerima
informasi jika mereka menjalin kerjasama dengan Hong Group. Jadi mungkin hubungan
mereka telah membaik. Ini sangat bagus untuk mu. Hanya saja, kau harus
meningkatkan bahasa mandarin mu yang kacau itu agar mereka tidak curiga.” Setelah
mendengarkan penjelasan Suho panjang lebar, ini adalah ide yang paling mungkin.
“Akan aku siapkan segalanya. Beri aku waktu seminggu”.
“Dan aku tidak tahu kenapa logo perusahaan ada
di topeng salah satu pembunuh istri mu. Ini sangat random, kecuali jika memang
mereka adalah suruhan mereka langsung, dan logo yang secara sengaja mereka
perlihatkan memang ditujukan sebagai peringatan. Tapi setahuku kau tidak pernah
berurusan dengan mereka, benarkan?”. Baekhyun mengangguk pelan.
Karakter
penulisannya sangat mirip dengan yang ada di foto yang aku cetak kemarin. Apakah
ini ada hubungannya dengan mereka?.
Tapi seingatnya tidak pernah ia menyelidiki kasus yang
berhubungan dengan Hong Grup. Jadi motif dendamnya apa?
***
“Bos, Detektif itu sudah menemukannya”.
Oh Sehun tidak kaget.
“Oke, kau boleh pergi”.
Oh Sehun tidak merasa bersalah karena kejadian itu adalah
salah paham. Suatu saat nanti pasti kasus ini terpecahkan dan resikonya adalah
terbuka semua kedoknya. Tapi sebelum semua itu terjadi dia hanya akan bungkam.
tbc






