Title : My Fox Mate
Cast : Byun Baekhyun EXO
Hani EXID
D.O / Kyungsoo EXO
Yura Girls Day
Length : Chaptered
Byun Baekhyun
Dilihat dari luar, sekilas toko ini mirip dengan yang
lainnya. Berjendela kaca dan bercat cokelat tua. Bahkan dari interior luarnya
terlihat biasa saja.
Ini hanya perasaan ku saja mungkin, karena saat aku tanyakan
ada yang mencurigakan dengan tempat ini, Kyungsoo hanya mengangkat bahu, tidak
tahu.
Pikiran ku seperti tidak focus. Dan yang paling gila, aku
seperti ditarik kesini. Jika ini semacam film, aku tidak tahu harus berkata
apa. Tidak hanya itu, punggung ku yang beberapa hari ini panas, tiba-tiba
berkurang rasa panasnya. Yang ada hanya seperti seseorang sedang mengusap
punggung ku dan rasanya sangat nyaman. Ini sangat aneh.
Senyum mengembang diwajahku. Ha!!! jadi aku tidak harus
bertemu dengan dokter dan mendengarkan omong kosongnya?, karena selama aku
berkonsultasi penyakit ini, tidak satu pun saran darinya yang bisa mengurangi
penderitaan ku. Aku bisa saja menghabiskan
waktu dengan Yura kalau begitu. Jujur saja, waktu ku terbuang hanya menemui
dokter setiap harinya dan mengacuhkan Yura.
“Kau bisa mencium bau harum kuenya?!! Ini gila, bahkan
aku belum masuk ke dalam tokonya” Kyungsoo terdengar sangat terkesan.
“Yeah...tapi kita sering melewati tempat ini dan kau
tidak berkata apa-apa”. Tapi tidak kali ini.
“Itu karena aku lapar. Ayo cepat!!!” Kyungsoo menarik lengan
ku, dia tidak sabar.
Bel diatas pintu berbunyi nyaring saat aku masuk ke dalam
toko, menarik perhatian siapa saja yang didalam ruangan. Dan sayangnya hanya
ada aku dan Kyungsoo sepertinya. Pelanggan pertama di jam 7 pagi, mungkin.
“Selamat pagi” sapa wanita yang aku yakin adalah pemilik
dari toko kue ini, karena biasanya aku lihat dia sedang menutup toko kuenya
saat aku lewat di depan toko. Ia menyerahkan menu diatas meja dan berkata jika
kita membutuhkan sesuatu tinggal bunyikan bel diatas meja. Tidak lama kita
menentukan sarapan apa yang tepat untuk ujian terakhir kita. Yup...walaupun
sakitnya hampir mengambil seluruh waktu ku dengan meringkuk diatas tempat
tidur, akhirnya aku berhasil melewati fase itu.
Kita menunggu Burger dan Cola yang kita pesan. Sarapan dengan
burger? Oh..aku tidak peduli, aku bisa makan apa saja. Saat sakit kali ini pun
nafsu makan ku meningkat tiga kali lipat, dan herannya aku belum juga
membengkak. Bahkan tidak satu otot pun yang bertambah besar. Kemana larinya
semua makanan yang aku makan? Apakah berubah menjadi abu?.
Larut dalam pikiran, sehingga tidak sadar saat seseorang
berdiri tepat didepan meja tempat ku. Mengalihkan pandangan ku dari yang tadi
menatap ke luar jendela lalu ke wajah
wanita yang berdiri didepan ku, membuat ku terkejut. Wajahnya sangat cantik,
kulitnya seperti porcelain dan matanya..ah...warna bola matanya hijau zamrud.
“Silahkan pesanan anda” katanya sambil meletakkan nampan
di atas meja.
Duh suaranya yang mengalun lembut, dan....aku
memandangnya dari atas ke bawah, dan tubuhnya yang seksi berisi.
Ya Tuhan...apa yang aku pikirkan. Tanpa sadar menepuk
dahi sendiri.
Kyungsoo menyenggol lengan ku. “Ya, Baekhyunie Kau ini
memalukan . menatap wanita seperti itu. Kau terlihat ingin memakannya hidup-hidup”
suara Kyungsoo setengah berbisik. Membuat wajah wanita di depanku memerah.
Dan aku malah yang malu, Karena saat mata wanita itu memandang ku, dia seperti
menelanjangi ku. Dia menatap sampai ke dalam pikiran ku. Memperlihatkan
rahasia-rahasia yang aku simpan. Aku bisa merasakan apa yang didalam diri ku,
mungkin aku sebut ruh atau jiwa ku tersipu malu.
Aku bisa melihat wanita di depan ku merasa tidak nyaman,
karena sesekali menoleh ke belakang.
Tidak ada yang lebih baik saat dering ponsel ku menyelamatkan situasi yang kaku ini.
“Oh ...Yura......tidak...aku sedang sarapan ditempat yang
biasanya kita lewati.....iya, tepat disebelahnya. Ok, aku tunggu”
Kemudian aku menutup teleponnya, namun wanita itu sudah tidak ada didepanku.
Aku berniat menyusulnya. tapi, aku tersadar.
Aku berniat menyusulnya. tapi, aku tersadar.
Untuk apa aku
menyusulnya?
Siapa dia, hingga aku
merasa bersalah?
Aku kembali duduk. Baru kali ini aku bersikap aneh. Datangnya Yura mengambil alih semua perhatian ku.
Hal-hal aneh yang terjadi hari ini mungkin hanya perasaan ku saja.
*******************************************************************************
Hani
Seharian menjadi manusia, memberiku hal-hal yang baru. Aku bahkan tidak bisa membedakan antara bau yang terus menghampiri hidungku. Aku bahkan bisa merasakan Ahn Heeyeon yang terus mondar-mandir, tidak tenang. Mungkin ia waspada dengan bahaya, yang aku sendiri tidak mungkin. Secara aku lebih superior dari manusia?.
Melihat toko yang sepi, menghilangkan semangat ku. Ingin sekali bertemu dengan banyak orang. Aku tidak dekat dengan Ibu dan ayahku. Tidak dengan teman-temanku.
Ugh...aku merindukan dunia ku. Tempanya sangat berbeda dengan disini.
klinggg....
Suara bel yang bibi taruh di atas pintu. Pertanda seseorang, berharap adalah seorang pelangggan.
Buru-buru aku menenteng nampan ku dan buku menu. Tapi bibi mendahului ku.
Aku dikejutkan dengan sesuatu yang aku kenali. Vanilla dan mint. Menghirup dalam-dalam, menanam di setiap ingatan yang masih ada selanya. Tapi aku tidak heran jika aku akan mengosongkan separuh dari ingatan ku hanya untuk dia.
Tidak ada yang lebih indah selain melihat wajahnya. Sekarang aku bisa lebih jelas melihat wajahnya. Mata ku mengikuti kemana dia bergerak. Duduk, kemudian bercanda dengan temannya. Dia sangat sempurna. Matanya bersinar setiap kali dia tertawa.
Tidak sabar, aku menghampiri mejanya.
"Silahkan pesanan anda"
Aku tidak yakin suara ku sejelas itu. Karena yang aku ingin lakukan saat ini adalah memeluknya kemudian menciumnya. Vanilla dan Mint, tentu tidak akan membuat ku bosan.
Mendengar suara ku, dia mendongakkan wajahnya. Saat itu juga detak jantung ku seperti berhenti, napas ku mendadak tertahan.
Dia.Sangat.Tampan.
Seperti ukiran dewa. Tulang pippinya yang tinggi, alis matanya yang tidak lebih atau kurang. Dan tatapan matanya yangmembuat kaki ku lemas.
Dan dia adalah belahan jiwa ku. Yang dewi berikan untukku. Satu-satunya yang akan aku miliki sampai nanti aku mati.
Jika setampan ini, aku tidak akan merutuk lagi dengan mereka yang diatas sana.
"Terima kasih"
Aku mendengar suara wanita. Dan rasa cemburu ku meningkat tajam. Kesal, aku membuang begitu saja nampan yang sejak tadi masih ku pegang. Bahkan saat aku melihat mereka berciuman,yang aku ingin lakukan pada wanita itu adalah merobek tubuhnya dengan tangan kosong.
Dia mengambil yang seharusnya menjadi milikku!!.
Rasa marah ku berubah menjadi tangisan menyedihkan. Saat bibi melihat wajah ku, dia sempat ingin bertanya, tapi aku hiraukan.
Situasi ini membuat ku Berpikir ulang tentang konsep "Soulmate atau belahan jiwa".
Kenapa Dewi hanya memberi ku satu. Bukan dua atau tiga. Dan kenapa harus memasangkan seumur hidup.
Bagaimana suatu saat nanti berhianat, mencintai orang lain yang bukan jiwa yang dipasangkan dengannya.
Kenapa aku harus dipasangkan dengan manusia?.
Kenapa tidak sejenis ku saja. Apa yang mereka lakukan diatas sana sehingga membuat takdir ku tidak sesuai.
Apakah mereka merencanakan sesuatu terhadap ku?
Mereka ingin memperlihatkan apa yang aku paling benci?
Ckck....sekarang aku jadi mempertanyakan apa saja pekerjaan mereka diatas sana?
Apa bersantai sambil menikmati teh dan ramai-ramai menertawakan ku?.
Tapi aku ingin dia, perempuan itu merebut apa yang sebenarnya milikku.
To Be Continue
Hal-hal aneh yang terjadi hari ini mungkin hanya perasaan ku saja.
*******************************************************************************
Hani
Seharian menjadi manusia, memberiku hal-hal yang baru. Aku bahkan tidak bisa membedakan antara bau yang terus menghampiri hidungku. Aku bahkan bisa merasakan Ahn Heeyeon yang terus mondar-mandir, tidak tenang. Mungkin ia waspada dengan bahaya, yang aku sendiri tidak mungkin. Secara aku lebih superior dari manusia?.
Melihat toko yang sepi, menghilangkan semangat ku. Ingin sekali bertemu dengan banyak orang. Aku tidak dekat dengan Ibu dan ayahku. Tidak dengan teman-temanku.
Ugh...aku merindukan dunia ku. Tempanya sangat berbeda dengan disini.
klinggg....
Suara bel yang bibi taruh di atas pintu. Pertanda seseorang, berharap adalah seorang pelangggan.
Buru-buru aku menenteng nampan ku dan buku menu. Tapi bibi mendahului ku.
Aku dikejutkan dengan sesuatu yang aku kenali. Vanilla dan mint. Menghirup dalam-dalam, menanam di setiap ingatan yang masih ada selanya. Tapi aku tidak heran jika aku akan mengosongkan separuh dari ingatan ku hanya untuk dia.
Tidak ada yang lebih indah selain melihat wajahnya. Sekarang aku bisa lebih jelas melihat wajahnya. Mata ku mengikuti kemana dia bergerak. Duduk, kemudian bercanda dengan temannya. Dia sangat sempurna. Matanya bersinar setiap kali dia tertawa.
Tidak sabar, aku menghampiri mejanya.
"Silahkan pesanan anda"
Aku tidak yakin suara ku sejelas itu. Karena yang aku ingin lakukan saat ini adalah memeluknya kemudian menciumnya. Vanilla dan Mint, tentu tidak akan membuat ku bosan.
Mendengar suara ku, dia mendongakkan wajahnya. Saat itu juga detak jantung ku seperti berhenti, napas ku mendadak tertahan.
Dia.Sangat.Tampan.
Seperti ukiran dewa. Tulang pippinya yang tinggi, alis matanya yang tidak lebih atau kurang. Dan tatapan matanya yangmembuat kaki ku lemas.
Dan dia adalah belahan jiwa ku. Yang dewi berikan untukku. Satu-satunya yang akan aku miliki sampai nanti aku mati.
Jika setampan ini, aku tidak akan merutuk lagi dengan mereka yang diatas sana.
"Terima kasih"
Aku mendengar suara wanita. Dan rasa cemburu ku meningkat tajam. Kesal, aku membuang begitu saja nampan yang sejak tadi masih ku pegang. Bahkan saat aku melihat mereka berciuman,yang aku ingin lakukan pada wanita itu adalah merobek tubuhnya dengan tangan kosong.
Dia mengambil yang seharusnya menjadi milikku!!.
Rasa marah ku berubah menjadi tangisan menyedihkan. Saat bibi melihat wajah ku, dia sempat ingin bertanya, tapi aku hiraukan.
Situasi ini membuat ku Berpikir ulang tentang konsep "Soulmate atau belahan jiwa".
Kenapa Dewi hanya memberi ku satu. Bukan dua atau tiga. Dan kenapa harus memasangkan seumur hidup.
Bagaimana suatu saat nanti berhianat, mencintai orang lain yang bukan jiwa yang dipasangkan dengannya.
Kenapa aku harus dipasangkan dengan manusia?.
Kenapa tidak sejenis ku saja. Apa yang mereka lakukan diatas sana sehingga membuat takdir ku tidak sesuai.
Apakah mereka merencanakan sesuatu terhadap ku?
Mereka ingin memperlihatkan apa yang aku paling benci?
Ckck....sekarang aku jadi mempertanyakan apa saja pekerjaan mereka diatas sana?
Apa bersantai sambil menikmati teh dan ramai-ramai menertawakan ku?.
Tapi aku ingin dia, perempuan itu merebut apa yang sebenarnya milikku.
To Be Continue






