Friday, November 13, 2015

FanFics : The Witch ( Chapter 2 )


Title     : The Witch

Cast     : Luhan
              Son Naeun Apink
              Lee Taemin Shinee

Genre  : Fantasy, Drama

******************************************************************************

Walaupun dia sudah memandangnya berkali-kali. Seperti saat di waktu luangnya atau saat ia keluar dari kastil. Hitam dan gelap. Warna di dunianya yang ada hanya hitam atau abu-abu. Dia tidak tahu bagaimana pupil matanya beradaptasi dengan perubahan warna ketika dia memasuki dunia manusia.
Sangat berbeda. Di dunia manusia sangat berwarna. Kadang itu membuat matanya sakit. Sehingga dia mengajukan permintaan hanya malam hari saja dia berburu.


“Luhanie, kau akan tetap berdiri disini sampai pagi?” Lee Teamin, yang  tidak tahu sejak kapan menjadi teman. Bukan teman dalam susah, ia hanya suka dengan Lee Taemin yang banyak bicara. Karena dia merasa sangat sepi.

“Kau terlalu menikmati pekerjaan ini. Lucifer tidak memasang pelacak di punggung mu. Jadi bersantailah sedikit”. Kata-kata Taemin kadang mampu menggoyahkan kesetiaannnya pada boss besarnya.

“Tidak. Ini adalah hari terakhir menjelang bulan mati. Kau,“  Luhan menepuk pundak taemin 

“berhati-hatilah, pulang jika kau selesai di rumah bordil” .
Taemin hanya tersenyum menjawab pesannya.  Tidak berucap lagi dan langsung menghunuskan pedangnya dalam waktu bersamaan.

Ada perbedaan yang mencolok antara nyala api diujung pedang miliknya dan Taemin. Ujung pedang Lee Taemin berwarna putih, sedangkan miliknya berwarna merah. Sama dengan warna pupil matanya saat ia berada di bentuk Iblis.

Luhan menunggu sampai Taemin menghilang. Ia pun kemudian bersiap. Malam ini adalah malam miliknya. Dia akan mengurung seberapa necromancer yang lepas dari dunia bawah. Hadiah yang dijanjikan oleh Lucifer sangat menggiurkan.

Incubi .

Wanita itu pernah bersamanya, mungkin sebulan yang lalu. Dan tidak mengecewakan.
Tidak heran jika kali ini yang terbanyak mengumpulkan necromancer akan mendapatkan wanita itu.
Makhluk seperti dirinya tidak membutuhkan makanan manusia, tetapi dari aura. Dan hanya akan bertahan paling lama satu minggu. Dan dengan sex, bisa sampai satu bulan.

 Sekarang dia harus lebih focus untuk menangkap para necromancer yang berkeliaran bebas. Luhan bisa merasakan panas ditelapak tangannya. Pedangnya member Luhan isyarat jika ada beberapa necromancer. Dai megikuti kemana pedangnya membawanya pergi.

Satu blok apartemen, dua blok apartemen....melewati ladang  dan ia sampai di garis antara hutan dan peternakan.  Dari pandangan matanya terlihat merah di beberapa tempat. Sepertinya para parasit itu membentuk koloni.

“Ckckc...jika saja mereka pikir bisa menghindar dari ku”  Luhan  berjalan tegak dan angkuh. Jika pedangnya tidak bisa merobek isi perut mereka, maka kukunya yang kini tumbuh beberapa senti , hitam dan  tebal seperti lempengan baja yang meruncing unjungnya. mampu untuk mengambil  jantung mereka.

Luhan berhenti sejenak, menajamkan indra penglihatannya. Ada sekitar dua puluhan.
Tangkapan yang besar.

Kini Luhan dalam bentuk sebenarnnya. Di kepalanya tumbuh tanduk ,  ujung tanduknya menyala berwarna merah. Matanya juga berwarna sama.
Dari mulutnya tumbuh taring yang tajam. Di sepanjang tulang punggungnya muncul seperti tanduk . tubuhnya membesar dan tingginya mencapai dahan pohon. Ekornya yang berujung besi , mengeluarkan bunyi mengerikan setiap kali menyentuh tanah. Tulang rusuknya menebal. Kulit tubuhnya berwarna merah.

Luhan sangat puas dengan tampilannya.  Dia bergerak sangat cepat. Tubuh barunya membuat pergerakkannya lebih cepat.  
Luhan berlari kedalam hutan. Dia tahu dimana tempatnya berada. Lebih baik jika dia menghabisi koloni lebih dulu.
Luhan menyeringai buas. Rupanya kumpulan terkutuk itu sudah bersiap menghadapinya. Ia mengamati satu per satu musuh didepannya. 

Serigala yang tubuhnya tanpa bulu dan bermata merah, dia adalah yang paling keras kepala.  akan menyerah jika kepalanya di potong. Di sisi kanannya, berkepala ular. Luhan tidak lagi memperhatikan musuh-musuhnya. Kerana menurut perhitungannya, semua yang ada dhadapannya pernah dia temui dan berhasil membunuhnya.
Pedang di tangannya bergejolak. Panas hingga tulangnya. Musuh pertamanya adalah goblin. Tulang rusuknya menonjol  dan  berwarna hitam. Dari setiap pori-pori, mengeluarkan lendir hitam dan bau busuk.

Luhan bergerak sangat cepat. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan. Benar saja, pedangnnya mengenai kerongkongan makhluk itu. Yang sekejap berubah menjadi abu dan tertiup angin. Begitu seterusnya.

Luhan tidak mengira jika yang muncul akan sebanyak itu. Dia sudah kembali kebentuknya semula. Dan perubahannya sangat menyakitkan. Seperti seseorang telah mencabut tulangnya dan memasangnya kembali dengan posisi terbalik.

Perburuannya sangan menghabiskan seluruh tenaga. Setiap kali langkah kakinya menapak, ia harus berpegangan dengan benda-benda disekitarnya. Kadang batang pohon kadang kayu yang lapuk membuatnya jatuh tersungkur. Dan saat itu pula dia akan berdiri kembali.

Luhan mengamati lingkungan sekitar. Dan tidak jauh dari tempatnya berdiri ia bisa mencium bau dua orang penyihir. Jarang sekali ia bertemu dengan penyihir. Karena mereka lebih suka berkumpul dengan sejenisnya dalam kelompok besar. Atau luhan lebih mengenalnya dengan Coven.
 Dan kali ini ia heran karena dia hanya menemukan dua saja. Saking penasarannya dia tidak sadar jika kakinya terus membawa tubuhnya seperti tenaganya terisi kembali.

***
Luhan bersembunyi dari balik pohon besar. Dia juga tahu jika diatas sana ada beberapa iblis yang sedang bergelantungan. Dan kehadirannya membuat mereka kalang kabut. Luhan tersenyum melihatnya.

Kembali ia mengamati apa saja yang ada di dalam rumah. Perabotan yang seerhana, pikirnya. Dari penglihatannya selama ia duduk disana adalah rumah itu dihuni oleh dua orang perempuan. Dari sikapnya kemungkinan besar jika mereka adalah ibu dan anak. Luhan menatap ke lantai dua. Jendelanya terbuka.   
Tiba – tiba tubuhnya melayang dengan keras dan membentur pohon. Dengan tidak adanya sisa tenaga, Luhan tidak sadarkan diri.


To Be Continue